TAK mau ketinggalan dengan musuh bebuyutan serumpun, Korea Selatan meluncurkan satelit mata-mata, menyamai yang sudah dilakukan Korea Utara sebelumya, sehingga saling intip di luar angkasa tentang aktivitas militer masing-masing pun tak terelakkan.
Pusat Kendali Umum Pyongyang di Lembaga Teknologi Kedirgantaraan Nasional (NATA) seperti dikutip Kantor Berita Korut KCNA menyebutkan, satelit mata-mata miliknya, Malligyong-1 mulai dioperasikan Minggu (3/12) untuk melaporkan data yang diperoleh ke unit-unit militer dan intelijen.
Malligyong-1 menempati posisinya di orbit bumi setelah peluncuran ketiga kalinya pada 21 Nov. lalu dan dilaporkan sudah mengirimkan sejumlah foto seperti Gedung Putih dan Dephan AS (Pentagon) serta kegiatan di pangkalan AU dan galangan kapal di Virginia, AS, pangkalan Guam dan situs militer di Korsel.
Sedangkan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un seperti dilaporkan BBC mengutip KCNA mengemukakan, peluncuran Malligyong-1 menandai era baru kekuatan luar angkasa negerinya dan kepemilikan satelit pengintai merupakan wujud hak mempertahankan diri.
Menurut dia, Korut memerlukan beberapa satelit pengintai lagi untuk menuntun rudal-rudalnya mencapai sasaran dengan presisi tinggi.
Menurut pakar Institut Kebijakan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Korsel, Lee Cheon Geun, negaranya menerapkan konsep sistem pertahanan tiga sumbu yakni kemampuan deteksi dini ancaman rudal yang mengarah ke nagaranya (Kill Chain) dan Sistem Pertahanan Udara dan rudal dengan rudal-rudal balistik dan operasi pasukan khusus untuk melakukan serangan balasan.
Korsel merespons peluncuran satelit Malligyong-1 dengan meluncurkan satelit mata-mata dari pangkalan militer Vandenberg, California, AS, Jumat (1/12) menggunakan roket Space X Falcon-9.
Kemenhan Korsel seperti dilaprkan Yonhap menyebutkan, satelit mata-mata milikinya berhasil ditempatkan diorbit 4 menit setelah peluncuran dan berhasil berkomunikasi dengan stasiun di bumi.
Sebelumnya Korsel hanya megandalkan satelit mata-mata dari AS guna memantau aktivitas militer Korut, sehingga dengan memiliki dan mengoperasikan satelitnya sendiri, Korsel mampu melakukan pengawasan secara independen dari luar angkasa.
Saling intip kegiatan masing-masing terutama terkait potensi ancaman militer di antara dua negara yang berseteru tidak dapat dihindari. (AP/ns)























