Ilustrasi Sambut Ramadanmu. (Foto: freepik.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Siapapun orangnya, selama dia muslim, pasti senang dengan datangnya Ramadan, walaupun dia seorang ahli maksiat sekalipun. Ya, tidak aneh, sih. Daya tarik dan syahdunya Ramadan itulah yang tidak bisa dimungkiri walaupun kenyataannya tidak semua orang mampu beribadah maksimal di bulan tersebut.

Di bulan Ramadhan, orang Islam semua serentak wajib berpuasa sebulan penuh di siang hari, kecuali mereka yang dalam keadaan uzur seperti sakit, safar, haid, nifas, menyusui, dan hilang akal.

Jadi, ketika melihat sebagian orang yang sedang makan atau ngopi di warung dan yang terlihat hanya kakinya saja, sebaiknya kedepankan husnuzan, mungkin mereka nonmuslim, sedang sakit, sedang safar, atau gila.

Jika dipandang lebih jauh, sebetulnya Ramadan adalah bulan yang sangat melelahkan. Bagaimana tidak? Coba perhatikan:

  • Dini hari menjelang masuk waktu Subuh, umat Islam harus bangun untuk makan sahur. Nikmatkah makan di jam tersebut? Apakah sudah lapar di jam itu?
  • Terhitung waktu Subuh, umat Islam sudah harus menahan makan dan minum atau tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sampai masuk waktu Magrib (sekitar 12 jam). Tidak peduli kerja lapangan di siang hari! Yang namanya puasa, ya, harus tahan lapar dan haus.
  • Selepas berbuka dan salat Magrib, masih ada lagi ibadah sunah selepas salat Isya yang dikenal dengan salat tarawih. Jangankan 20 rakaat, salat bakdiyah Isya yang hanya dua rakaat saja terkadang malas.
  • Dan, masih banyak ibadah sunah lain seperti membaca Al-Qur’an dan lain-lain.

Walaupun sebetulnya berat, namun terasa ringan bagi mereka para pemburu pahala dan Rahmat dari Allah. Bagi mereka, Ramadan adalah masa panen pahala dan amal saleh. Jika mereka adalah para pebisnis besar, Ramadan diibaratkan bulan panen bisnis terbesar setiap tahun.

LEAVE A REPLY