Ilustrasi Upaya Sehat dan Prima di Usia Lanjut. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Upaya menjamin pemeliharaan kesehatan bagi para lansia telah diatur dalam dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Tujuannya untuk menjaga agar para lansia tetap hidup sehat dan produktif secara sosial maupun ekonomis sesuai dengan martabat kemanusiaan.

Kepala Organisasi Riset Kesehatan (ORK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), NLP Indi Dharmayanti, mengatakan bahwa mengacu pada data BPS, Indonesia akan menuju aging population/aging society pada 2045 yang akan diikuti dengan peningkatan penyakit tidak menular baik itu degeneratif, gangguang metabolisme, kondisi penuaan lainnya atau masalah seksualitas.

“Kami di Organisasi Riset Kesehatan BRIN menggagap isu mengenai aging population ini merupakan hal penting. Oleh karena itu, kami melakukan riset terkait aging dan juga mendiseminasikan pengetahuan kami kepada masyarakat. Kami berharap penduduk Indonesia dapat melewati proses penuaan dengan tetap sehat secara fisik, sosial dan jiwa sehingga dapat sejahtera sepanjang hidup,” tutur Indi.

Sementara, Peneliti Pusat Riset Biomedis (PRB) BRIN, Jiro Hasegawa Situmorang, menjelaskan bahwa puasa bisa melawan penuaan dan penyakit degeneratif. Puasa, kata Jiro, terbagi menjadi dua. Pertama, puasa berkala contohnya puasa agama, warrior diet, dan OCD. Kedua, puasa nutrisi, contohnya puasa kalori, puasa rendah karbohidrat, puasa rendah lemak dan ketogenic diet.

“Puasa dapat menginduksi autofagi yang artinya memakan dirinya sendiri. Jadi, sel kita memakan dirinya sendiri. Proses autofagi dibagi menjadi empat tahap yaitu sequestration, transport to a lysosome, degradation dan utilization of degradation products,” jelasnya.

Studi menunjukkan bahwa jika manusia empat hari puasa berkala maka kadar Brain Derived Neurotropic Factor (BDNF) meningkat yang berfungsi dapat meningkatkan aliran darah ke otak, meningkatkan volume hippocampal, meningkatkan fungsi koginitif di otak dan pembentukan saraf baru.

“Sedangkan jika manusia 8 minggu puasa kalori dan berkala, tes kognitif pada manusia meningkat yang diakibatkan oleh peningkatan konsentrasi BDNF darah dan otaknya,” ujarnya.

LEAVE A REPLY