
Syaiful Anwar, salah seorang mahasiswa yang ikut dalam Pelatihan UDM ini menuturkan banyak manfaat yang dia peroleh. Terutama di bidang penanggulangan krisis kesehatan yang menjadi fokus utama dia.
Terlebih, dia salah satu mahasiswa yang ikut bersama Dompet Dhuafa dalam penanganan krisis kesehatan saat wilayah Cianjur terguncang gempa pada 2022 lalu.
“Barusan saya belajar kegawatdaruratan dan penanganan saat terjadi bencana. Hebat, luar biasa dan bermanfaat bagi semuanya, terkhusus mahasiswa kesehatan dan keperawatan. Harapannya bisa menjalin silaturahmi yang baik, komunikasi yang baik antara kegiatan ini dan kampus kita,” ucapnya.
Ayunda Nurlita peserta mahasiswa lainnya menuturkan bahwa pembelajaran ini sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Pelatihan ini mampu diimplementasikan oleh para peserta di manapun mereka berada.

“Saya di sini belajar manajemen bencana, memadamkan api dan lainnya. Setelah kegiatan ini, saya berharap bisa lebih waspada dan bisa menangani apabila terjadi bencana. Ini sangat penting, terutama di bidang kesehatan. Dengan belajar ini, kita jadi tahu bagaimana penanganannya. Sehingga, saya tidak panik karena sudah belajar di sini,” kata Ayunda.
“Saya bisa praktikan ini di rumah, di keluarga terdekat saya dahulu, kemudian lingkungan kampus atau pun di tempat saya bekerja nanti,” imbuhnya.
Konsep dasar pembangunan rumah susun perkotaan sesungguhnya merupakan penataan ruang yang menghasilkan kualitas lingkungan perkotaan yang sehat dengan penggunaan lahan seefisien mungkin.
Masalahnya adalah pembangunan rumah susun tidak pernah memperhitungkan kelompok-kelompok sasaran pemakai atau penggunaannya secara jelas.



























