Presiden Rusia Vladimir Putin saat menjamu Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan di Kremlin/Net

ZNEWS.ID, JAKARTA – Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (11/1/2021) waktu setempat, mempertemukan para pemimpin Armenia dan Azerbaijan untuk pertama kalinya sejak perang tahun lalu di wilayah Nagorno-Karabakh.

Pertemuan itu menjadi upaya untuk menyelesaikan berbagai masalah yang bisa merusak kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev tidak berjabat tangan, hanya bertukar salam secara singkat saat mereka duduk di meja oval di seberang Putin.

Dalam pidato pembukaan di Kremlin, Putin mengatakan kesepakatan gencatan senjata pada November 2020, yang membuat Moskow mengerahkan penjaga perdamaian ke wilayah tersebut, sedang dilaksanakan.

Kesepakatan gencatan senjata itu memicu protes di Yerevan –ibu kota Armenia– terhadap PM Pashinyan, yang dituduh oleh para pengunjuk rasa telah bersikap ceroboh dalam perang.

Sejak itu, Pashinyan menghadapi tekanan dari lawan untuk mengundurkan diri –tuntutan yang ia tolak.

Sementara itu, Aliyev telah menganggap menang perang di wilayahnya, yang menurutnya merupakan pembenaran sejarah yang salah. Armenia menolak klaim itu.

LEAVE A REPLY