(Foto: dompetdhuafa.org)

ZNEWS.ID LEMBANG – Hanya dalam kurun waktu 6 (enam) bulan, program Desa Tani Dompet Dhuafa mampu meningkatkan ekonomi para petani penerima manfaat yang ada di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Konsep dari Dompet Dhuafa untuk program pemberdayaan ekonomi ini dirasa sangat membantu warga di sana.

Desa Tani sendiri merupakan salah satu program Dompet Dhuafa dengan upaya pengentasan kemiskinan melalui pengembangan pertanian sayur. Petani dari kelompok masyarakat miskin, diberdayakan untuk mengelola lahan pertanian dengan skema pendampingan.

Pendamping Program Desa Tani Jawa Barat Ade mengatakan, Dompet Dhuafa menggandeng petani lokal untuk membangun Desa Tani di Lembang. Dari sebelumnya penerima, suatu saat tujuannya bisa jadi pemberi untuk masyarakat yang lain.

“Kehidupan berangsur beranjak naik, Alhamdulillah. Kenaikan taraf ekonomi para petani kini sudah sampai di atas 50 persen, dari perkapita awal saat kita survey,” kata Ade.

Ia melanjutkan, sebelum mulai program, dia akan cek terlebih dulu per kapita dari masing-masing penerima manfaat. Setelah itu, dievaluasi. Belum sampai satu musim, kata Ade, hasilnya sudah meningkat.

Perjalanan hidup inspiratif dari Amid, salah satu Petani Berdaya mantan pecandu narkoba juga menjadi salah satu tujuan kemandirian dari mustahik menjadi muzaki.

“Sudah lama berhenti (menggunakan narkoba). Sebelum bertani, juga pernah kerja di jasa bongkar pasang tenda, tapi musiman, banyak nganggur,” ujar Amid.

Dia juga bercerita tentang kondisi ekonominya saat belum menjadi Petani Berdaya. Di mana, sang anak sempat putus sekolah. Bahkan, untuk menghidupi keluarganya saja sulit.

“Ketika itu kekurangan biaya, jadi anak saya terputus sekolahnya. Sulit lah, untuk membiayai sekolah. Jangankan itu, untuk menafkahi kehidupan keluarga saja berat. Maka itu, saya juga tidak mau banyak nganggur,” ungkap Amid.

Sekarang, setelah mengikuti program Desa Tani Dompet Dhuafa, ia mengaku lebih paham soal pemupukan, olah tanah, dan cara tanam yang benar.

“Kami dapatkan wawasan itu. Sejak bertani, Alhamdulillah, lebih baik. Bisa beli susu anak dan anak bisa sekolah,” kata Amid.

Dalam pemberdayaan para petani, Dompet Dhuafa juga bekerja sama dengan kelompok Tani Macakal. Ketua Kelompok Tani Macakal, Tri, mengatakan bahwa program Desa Tani Dompet Dhuafa ini memiliki konsep untuk menggali program berkelanjutan.

“Nanti setelah dua tahun garap program ini, kita harus bisa menjadikan petani di sini lebih mandiri. Harus menjadi lebih profesional di dunia pertanian, agar bisa berbudidaya yang baik. Mulai dari pengolahan lahan, produksi, hingga dunia pemasaran,” ujar Tri.

Karena, lanjut Tri, dunia pertanian semakin tersisihkan. Untuk Lembang sendiri, katanya, sudah terjadi alih fungsi lahan.

“Ini adalah beban kami, apakah kami harus tersingkir dari fase itu? Desa Tani ini adalah sebuah upaya bahwa kami harus bisa berjaya di tanah sendiri,” tegasnya.

Selain Buruh Tani, Desa Tani Lembang menargetkan penerima manfaat yaitu Petani Hutan yang merambah hutan dan kini sudah direlokasi di Desa Tani. (pnd/dka)

LEAVE A REPLY