Dompet Dhuafa melalui program Sekolah Literasi Indonesia (SLI) menjalin kemitraan dengan Kemendikbudristek dalam upaya peningkatan literasi lewat Diklat Guru Trainer yang dilaksanakan di 11 Kabupaten di 7 Provinsi pada 19 hingga 31 Mei 2022. (Foto: LPI DD)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dompet Dhuafa melalui program Sekolah Literasi Indonesia (SLI) menjalin kemitraan dengan Kemendikbudristek dalam upaya peningkatan literasi di Indonesia yang dikenal sebagai Program Organisasi Penggerak – Sekolah Literasi Indonesia (POP-SLI).

POP-SLI merupakan ikhtiar dalam meningkatkaan kualitas pendidikan melalui pengembangan literasi. Salah satu rangkaian kegiatan POP yang telah dilaksanakan adalah Diklat Guru Trainer.

Diklat Guru Trainer menjadi proses pembekalan dan transfer ilmu oleh gabungan 33 guru dan kepala sekolah yang telah lolos seleksi sebagai Fasilitator Daerah (Kawan SLI 5). Diklat Guru Trainer dilaksanakan sebagai pembekalan pengembangan budaya literasi kepada 660 guru dan 110 kepala sekolah sasaran program.

Diklat tersebut dilaksanakan di 11 Kabupaten di 7 Provinsi, dengan waktu pelaksanaan selama 2 hari untuk masing-masing daerah. Dimulai pada 19 hingga 31 Mei 2022.

Dompet Dhuafa melalui program Sekolah Literasi Indonesia (SLI) menjalin kemitraan dengan Kemendikbudristek dalam upaya peningkatan literasi lewat Diklat Guru Trainer yang dilaksanakan di 11 Kabupaten di 7 Provinsi pada 19 hingga 31 Mei 2022. (Foto: LPI DD)

Ke 11 daerah sasaran POP SLI tersebut antara lain Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Asahan, Kabupaten Bogor, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Donggala, Kabupaten Takalar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Bima.

Dalam pelaksanaannya, Kawan SLI 5 melibatkan Dinas Pendidikan Daerah setempat sebagai salah satu bentuk kolaborasi antara SLI dengan Pemangku Kebijakan setempat. Materi yang disampaikan antara lain, Peta Taktis, Fun Reading Activity, Fun Learning Activity, dan Metode Uswah.

Tujuan diselenggarakannya Diklat Guru Trainer ini adalah menanamkan pemahaman para guru dan kepala sekolah tentang pola pengukuran tingkat literasi di sekolah. Khususnya di sekolah lokasi mengajar masing-masing Kawan SLI 5. Serta, mengenalkan metode pembelajaran yang menyenangkan.

LEAVE A REPLY