PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa Riau melaksanakan kegiatan sosialisasi terkait pelaksanaan Program Kemandirian Air Bersih di Desa Bukit Kemuning, Kecamatan Tapung Hulu, Jumat (19/9/2025), serta Desa Suka Ramai, Kecamatan Tapung Hulu, Senin (22/9/2025). (Foto: DD Riau)

ZNEWS.ID KAMPAR – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan Program Kemandirian Air Bersih.

Bekerja sama dengan Dompet Dhuafa Riau, kegiatan ini digelar di dua lokasi, yakni Desa Bukit Kemuning, Kecamatan Tapung Hulu, Jumat (19/9/2025), serta Desa Suka Ramai, Kecamatan Tapung Hulu, Senin (22/9/2025). Sosialisasi berlangsung di aula kantor desa masing-masing.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pelaksanaan program kemandirian air bersih yang akan dijalankan di wilayah mereka.

Program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT Pertamina Hulu Rokan, berupa pembangunan dan pemberian bantuan sumur air bersih bagi warga di sekitar area operasional perusahaan.

Dalam sosialisasi tersebut, PHR bersama Dompet Dhuafa Riau menekankan pentingnya memastikan lokasi pembangunan sumur bor tidak berada di atas lahan milik negara (Barang Milik Negara/BMN) serta adanya surat persetujuan hibah tanah dari masyarakat setempat.

Dukungan penuh dari warga pun dinilai sangat penting agar program dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.

Kepala Desa Suka Ramai, Sabarudin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas inisiatif tersebut.

“Kami sangat antusias setelah mendengar bahwa desa kami akan menjadi salah satu desa yang mendapatkan bantuan sumur air bersih ini,” kata Sabarudin.

Ia sangat mendukung penuh keberlanjutan program ini. Pasalnya, selama ini kondisi daerahnya memang kesulitan memperoleh air bersih.

“Dengan adanya bantuan dari PT Pertamina Hulu Rokan ini, mudah-mudahan memudahkan masyarakat kami dalam memperoleh air bersih. Sehingga, tidak perlu lagi membeli ke daerah lain,” tuturnya.

Secara geografis, wilayah Desa Suka Ramai memang tergolong daerah yang kerap mengalami kekurangan air bersih. Selama ini warga mengandalkan air hujan atau air tanah yang keruh, bahkan terkadang harus membeli air bersih menggunakan tangki untuk kebutuhan sehari-hari.

Program Kemandirian Air Bersih yang digagas PHR juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-6, yaitu memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih serta sanitasi yang berkelanjutan.

Melalui inisiatif ini, diharapkan permasalahan krisis air bersih di wilayah Tapung Hulu dapat teratasi secara bertahap dan berkelanjutan.

LEAVE A REPLY