
Nama Begonia fairchildii digunakan sebagai bentuk apresiasi kepada botanis Amerika yaitu David G Fairchild, sebagai kolektor spesimen tipe dan juga botanis yang melakukan ekspedisi botani di wilayah Maluku pada tahun 1940-an. Sedangkan nama Begonia moluccana sendiri diambil dari nama kepulauan di mana jenis ini ditemukan.
Wisnu mengatakan, secara umum begonia lebih banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena keunikan baik corak, serta bentuk daunnya.
“Akan tetapi, beberapa jenis diketahui memiliki potensi obat yang cukup prospektif, diantara salah satu jenis endemik dari Sulawesi (Begonia medicinalis) yang telah dimanfaatkan oleh penduduk lokal sebagai obat berbagai macam penyakit termasuk kanker,” ungkapnya.
Wisnu menambahkan, di dunia terdapat 2070 spesies begonia, sedangkan di Indonesia diperkirakan tedapat kurang lebih 400 jenis.
“Adapun sampai saat ini baru 70 begonia yang telah terkonservasi di Kebun Raya Bogor,” pungkasnya dilansir dari laman resmi BRIN.





























