Tim Dompet Dhuafa memberikan paket sembako berisi beberapa bahan pangan kepada Nurhalimah di kediamannya di Desa Kayu Bongkok, Kecanatan Sepatan, Tangerang, Selasa (19/5/2020). (Foto: dompetdhuafa.org)

ZNEWS.ID TANGERANG – Kabupaten Tangerang menyimpan cerita miris di balik pandemi Corona yang terjadi hampir empat bulan ini. Sebagai lokasi beberapa industri besar, banyak warga Tangerang yang berprofesi sebagai buruh pabrik.

Saat pandemi datang, beberapa perusahaan terpaksa melakukan langkah berat dengan memutuskerjakan dan memulangkan sejumlah karyawannya. Salah satunya, Nurhalimah (41).

Buruh pabrik sepatu di Tangerang tersebut kini bingung bukan kepalang. Pasalnya, setelah empat tahun mengabdi, ia dipulangkan oleh perusahaannya. Bukan dipecat.

“Sudah dari April, Mas, dipulangkan. Jadi, memang tidak di PHK. Cuma, juga tidak digaji,” kata Nurhalimah, membuka cerita.

Masalahnya, istilah dipulangkan membuat Nurhalimah tak mendapatkan pesangon seperti halnya orang yang di PHK. Begitu pula dengan gaji, ia juga tak menerimanya. Karena, Nurhalimah memang tidak bekerja.

Alhasil, ibu dua anak ini banting setir bekerja serabutan. Apapun ia lakukan asalkan halal dan mendapat penghasilan. Paling sering, ia membantu tetangga untuk berjualan baju di Pasar Sepatan, Tangerang.

Dengan pekerjaaan itu, Nurhalimah bisa membawa Rp 30 ribu ke rumah. Setidaknya, cukup untuk bahan lauk berbuka dan sahur sekeluarga.

“Alhamdulilah, masih bisa dapat Rp 30 ribu pulang. Cukup buat buka dan sahur,” ungkapnya.

Pada Selasa (19/5/2020), tim Dompet Dhuafa mendatangi kediaman Nurhalimah di Desa Kayu Bongkok, Kecanatan Sepatan, Tangerang. Paket sembako berisi beberapa bahan pangan diberikan untuk Nurhalimah.

Dari bahan paket tersebut, setidaknya ia tak perlu khawatir mengenai menu berbuka dan sahur satu pekan ke depan. Wajahnya berbinar. Nurhalimah nampak senang.

Hanya terima kasih yang berulang kali ia ucap kepada petugas dari Dompet Dhuafa. Pada saat yang kritis seperti sekarang, Nurhalimah tak menyangka ada bantuan seperti itu kepadanya.

Terlebih, momen menjelang Lebaran ini membuatnya tambah terharu. Sejenak, ia mampu melupakan statusnya sebagai ‘buruh dipulangkan’.

“Terima kasih banyak kepada Dompet Dhuafa dan donatur. Saya sangat senang dengan bantuan sembako ini. Jujur, sangat membantu. Terima kasih,” tuturnya, dengan rona bahagia.

Oleh: Zulfana
Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY