Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Sultan Qaboos dari Oman. AlJazeera.com

ZNEWS.ID, DUBAI – Oman menyambut keputusan Bahrain untuk menormalisasi hubungan dengan Israel dan berharap langkah tersebut akan berkontribusi pada perdamaian Palestina-Israel, demikian dilaporkan media pemerintah Oman, Ahad (13/9/2020).

Bahrain pada Jumat (11/9) menjadi negara Teluk kedua yang meresmikan hubungan dengan Israel, setelah pada Agustus  Uni Emirat Arab (UAE) melakukan tindakan serupa.

“Berharap jalur strategi baru yang diambil oleh negara-negara Arab ini akan berkontribusi menghadirkan perdamaian yang berdasarkan pada tujuan mengakhiri pendudukan tanah Palestina oleh Israel dan mendirikan negara Palestina yang independen, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” bunyi pernyataan pemerintah.

Menteri intelijen Israel, beberapa hari setelah kesepakatan UAE-Israel diumumkan pada 13 Agustus, mengatakan Oman juga tidak menutup kemungkinan untuk meresmikan hubungan dengan Israel.

“Setelah perjanjian ini (dengan UEA) akan datang perjanjian tambahan, baik dengan lebih banyak negara Teluk dan dengan negara-negara Muslim di Afrika,” Menteri Intelijen Eli Cohen mengatakan kepada Radio Angkatan Darat sebagaimana dilansir Middle East Monitor.

“Saya pikir Bahrain dan Oman pasti ada dalam agenda. Selain itu, dalam penilaian saya, ada kemungkinan tahun depan sudah ada kesepakatan damai dengan negara-negara lain di Afrika, salah satunya Sudan,” ujarnya.

Oman menyambut keputusan UAE dan Bahrain, namun tidak mengomentari perihal harapannya sendiri soal normalisasi hubungan dengan Israel.

LEAVE A REPLY