
ZNEWS.ID PURWOKERTO – Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (Persero) kembali membatalkan sejumlah perjalanan kereta api, lima KA di antaranya diberangkatkan dari wilayah PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto karena okupansi penumpangnya masih rendah.
“Dengan mulai diterapkan adaptasi kebiasaan baru, KAI memang telah mulai menjalankan beberapa KA reguler, baik jarak jauh maupun menengah dan lokal dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran COVID-19 serta memberlakukan berbagai persyaratan naik kereta api,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Supriyanto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (7/9/2020).
Akan tetapi dalam perkembanganya, kata dia, beberapa kereta api yang telah dioperasikan kembali, ternyata okupansi penumpangnya masih rendah meskipun telah dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan jasa moda transportasi massal tersebut.
Oleh karena itu, lanjut dia, KAI kembali membatalkan perjalanan lima kereta api yang diberangkatkan dari wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto.
Menurut dia, lima kereta api yang perjalanannya kembali dibatalkan terdiri atas KA Purwojaya relasi Cilacap-Purwokerto-Gambir PP, KA Wijayakusuma relasi Cilacap-Surabaya Gubeng-Ketapang PP, KA Logawa relasi Purwokerto-Surabaya Gubeng-Jember PP, serta KA Sawunggalih Pagi dan KA Sawunggalih Malam relasi Kutoarjo-Purwokerto-Pasarsenen PP.
“Dalam hal ini, perjalanan KA Purwojaya dibatalkan mulai tanggal 8 September serta KA Wijayakusuma, KA Sawunggalih Pagi, KA Sawunggalih Malam, dan KA Logawa mulai tanggal 4 September,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan berdasarkan hasil evaluasi selama 29 hari beroperasi sejak tanggal 6 Agustus hingga 3 September, KA Sawunggalih melayani penumpang sebanyak 3.998 sebanyak atau rata-rata sebanyak 137 penumpang per hari (23 persen dari kapasitas 580 tempat duduk, red.).





























