Pasukan Israel berpatroli di dekat alat berat yang menghancurkan sebuah bangunan milik warga Palestina di desa Sur Baher di sisi Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang berada di antara Yerusalem Timur dan Tepi Barat, Palestina, Senin (22/7/2019) waktu setempat. Militer Israel sering mengubah jalan dan lahan yang disitanya di wilayah pendudukan Palestina dengan dalih untuk digunakan buat tujuan militer dan pemukim Yahudi. ANTARA/REUTERS/Mussa Qawasma/aa

ZNEWS.ID, JAKARTA – Normalisasi hubungan diplomatik sejumlah negara dengan Israel sama dengan mendorong pendudukan rezim zionis atas wilayah Palestina, demikian menurut Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Azad.

“Republik Islam Iran memiliki kebijakan transparan dan jelas bahwa normalisasi hubungan dengan rezim zionis Israel sama dengan mendorong pendudukan rezim ini atas wilayah Palestina,” ujar Mohammad Azad di Jakarta, Kamis (31/12/2020).

Apabila normalisasi hubungan diplomatik sejumlah negara dengan Israel dapat mengganggu keamanan nasional Iran, maka Iran akan mempertahankan kedaulatannya, ujar dia.

Empat negara Arab yaitu Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko serta satu negara non-Arab Bhutan melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Bassam al-Salhi, seperti dikutip Aljazeera mengatakan normalisasi hubungan diplomatik negara-negara Arab dengan Israel tidak bisa diterima.

Ia mengatakan normalisasi hubungan diplomatik itu akan meningkatkan sikap agresif Israel dan penolakannya atas hak-hak rakyat Palestina.

Kesepakatan tersebut bertentangan dengan Resolusi Konferensi Tingkat Tinggi Arab dan Prakarsa Perdamaian Arab yang bertujuan untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Palestina, kata Bassam al-Salhi.

LEAVE A REPLY