
Oleh: Amalia Fauziah (Teman si MoBa)
ZNEWS.ID JAKARTA – Apa yang kau rindukan dari Ramadan?
Merindukan suara sahut-menyahut nan syahdu dari langgar, musala, dan masjid.
Merindukan kebersamaan yang hadir dalam sahur, buka bersama, dan tarawih.
Merindukan ketenangan saat iktikaf, salat Malam, dan tilawah yang panjang.
Apa yang kau rindukan dari Ramadan?
Aku merindukan semangat nan bergairah untuk berlomba-lomba dalam memberi takjil, sedekah, juga zakat.
Aku juga merindukan ramainya sepertiga malam yang riuh dengan lantunan Alquran.
Namun, tahukah kamu?
Aku pun menyukai Ramadan kali ini yang lebih tenang, lebih lirih, dan lebih syahdu.
Aku yang tidak berkejar-kejaran waktu dengan macet selepas pulang kerja.
Aku yang dapat berbagi dalam bentuk apapun, terutama doa yang lebih pasrah.
Mungkin, Allah meminta kita mencukupkan dengan kesibukan dan kefanaan dunia.
Dan, menyadari bahwa semua hal rapuh yang kita bangun bisa hancur seketika.
Semoga Ramadan ini bukan Ramadan terakhir.
Semoga Allah masih memberikan kita waktu dan kesempatan untuk bertemu dalam kebaikan di tahun depan.























