Ilustrasi menilik sejarah nuzulul Qur’an. (Foto: iStock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Secara harafiah, nuzulul Qur’an berarti turunnya Al-Qur’an yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan “Al-Qur’an,” secara keseluruhan dari lauhulmahfuz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia. Nuzulul Qur’an menjadi proses turunnya ayat Al-Qur’an dalam menyempurnakan ajaran Islam sebagai petunjuk kepada umat manusia.

Sebagaimana yang sudah diketahui, dalam surah Al-Alaq ayat 1-5 adalah surah yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW saat berada di Gua Hiro pada 610 M.

Dalam nuzulul Qur’an ada dua tahapan proses diturunkannya Al-Qur’an. Proses pertama, Al-Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfuz ke langit dunia dalam kitab yang utuh. Disebutkan, pada tahap tersebut, Al-Qur’an diturunkan pada malam lailatul qadar. Dari Ibnu Abbas berkata,

“Al-Qur’an itu diturunkan pada Lalilatul Qadar secara sekaligus, kemudian diturunkan lagi berdasarkan masa turunnya sebagian demi sebagian secara berangsur pada beberapa bulan dan hari.”

Proses kedua, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW. Peristiwa turunnya Al-Qur’an ke bumi yang terjadi secara berangsur-angsur ini pun diperingati pada malam 17 Ramadan yang ditandai dengan wahyu pertama surah Al-Alaq ayat 1-5.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan mansuia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS Al-Alaq: 1-5).

Pada wahyu pertama turun, Rasulullah SAW masihlah tidak bisa membaca. Sehingga, ketika Malaikat Jibril mengucapkan firman Allah tersebut, menyerukan Nabi Muhammad SAW untuk membacanya. Rasulullah SAW pun tidak bisa mengikutinya.

LEAVE A REPLY