Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono (kanan) berjabat tangan dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) disaksikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman (kiri) usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (2/12/2022). (Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga)

Oleh: Ngasiman Djoyonegoro (Pengamat Intelijen, Pertahanan dan Keamanan)

ZNEWS.ID JAKARTA – Tantangan global dan nasional yang dihadapi Tentara Nasional Indonesia (TNI) tampak semakin rumit. Negara-negara NATO cenderung terprovokasi dalam konflik Ukraina-Rusia. Sejumlah pihak memprediksi eskalasi konflik bakal meningkat.

Cina, dengan kekuatan angkatan lautnya, semakin mendominasi di kawasan Asia Pasifik. Koalisi negara yang tergabung dalam QUAD dan AUKUS menambah keruh suasana percaturan militer di kawasan Asia Pasifik.

Di luar itu, isu strategis lain, seperti persaingan dagang dan investasi, dampak perubahan iklim, ancaman wabah penyakit dan biosecurity, serangan siber, serta kelangkaan pangan dan energi akan terus membayang-bayangi pengambilan kebijakan nasional.

Sementara, di dalam negeri tak kalah seru. Ideologi trans-nasional akan mendapatkan momentumnya pada Pemilu 2024. Demikian halnya dengan gangguan terhadap pemindahan Ibu Kota Negara. Juga, TNI dituntut untuk memberi perhatian terhadap penanganan bencana alam dan nonalam. Ini semua dapat terjadi sekaligus.

Gambaran lingkungan strategis ini menunjukkan betapa kompleks potensi gangguan dan ancaman terhadap pertahanan negara, baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri.

Kemampuan garda terdepan pertahanan negara, yaitu TNI, dalam membaca dan menyusun langkah antisipasi menentukan dinamika pertahanan nasional di masa mendatang.

Visi Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, dalam pandangan penulis, cukup kuat untuk menjawab berbagai potensi gangguan dan ancaman di atas.

Hal demikian tampak sinkron dengan harapan publik yang dinyatakan dalam jajak pendapat Kompas pada 12 Desember 2022 bahwa 85,9 % responden menyatakan optimistis dan sangat optimistis dengan TNI di bawah kepemimpinan Laksamana Yudo.

Dalam organisasi, visi ini penting untuk menyatukan persepsi, pandangan dan arah gerak seluruh kesatuan dalam tubuh TNI itu sendiri. Secara internal, Panglima TNI menyadari betul bahwa personel tentara dan organisasi TNI diperkuat terlebih dahulu sebelum menyasar strategi ke luar dan kerja sama dengan pihak-pihak lain.

Sejak kemerdekaan NKRI 1945, TNI selalu mendapatkan tempat di hati rakyat. Visi TNI kuat, rakyat bermartabat menambah kontekstualitas dan relevansi TNI di tengah-tengah rakyat.

LEAVE A REPLY