Ilustrasi melupakan amalan. (Foto: Ist)

Justru, biasanya orang akan segera melupakan apa yang baru saja dikeluarkannya di WC, ia sudah merasa lega dan takkan perhitungan.

Maka, lakukanlah amalan seperti itu pula. Tak perlu mengingat-ingat apalagi mengungkit-ungkit apa yang telah terjadi.

2. Tak Menganggap Amalan yang Kita Lakukan Memenuhi Standar

Cara melupakan amalan selanjutnya adalah menganggap amalan yang kita lakukan belum memenuhi standar, sehingga kita takkan mengenangnya.

Orang yang merasa amalannya telah memenuhi standar kebajikan, bahkan merasa sudah pasti diterima oleh Allah, sangat mungkin terjerumus pada sifat ujub alias membanggakan diri.

Dan, bisa saja akibat rasa bangga dirinya tersebut, amalan sebesar apapun menjadi tak bernilai di mata Allah.

Jangan anggap amalan kita adalah masterpiece. Justru, anggaplah amalan kita seperti barang not good, yang takkan dihitung, takkan disimpan, takkan dikenang dan belum layak untuk dibanggakan di hadapan Allah.

3. Memperbanyak Beramal

Orang yang amalnya sedikit cenderung akan mengingat-ingat amalannya itu. Maka, perbanyaklah beramal agar kita lupa amalan-amalan apa saja yang pernah dilakukan.

Semoga dengan melupakan segala amalan baik yang telah kita lakukan, Allah menjadi semakin tidak melupakan kita. Wallaahualam. (tabungwakaf.com)

LEAVE A REPLY