Ilustrasi ibu menyusui. (Foto: iStock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Para ibu menyusui (busui) harus makan sahur demi bisa menyusui dengan lancar selama berpuasa Ramadan, menurut Dokter Spesialis Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Melisa Lilisari SpA Mkes.

“Untuk memproduksi ASI dibutuhkan sejumlah energi, didapat dari makanan yang terakhir dimakan yakni saat sahur. Ibu harus sahur,” kata dia dalam konferensi pers daring dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, Melisa menjelaskan, apabila energi yang didapatkan dari makanan sahur sudah habis maka tubuh akan menggunakan energi dari cadangan lemak tubuh sehingga energi ibu untuk memproduksi ASI tetap akan berlangsung selama 12-14 jam berpuasa.

Tubuh ibu akan menyesuaikan terutama jika memiliki status nutrisi baik dan tidak ada penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi dan lainnya.

Walau begitu, Melisa mengingatkan para ibu menyusui terkait rambu-rambu apa yang harus diwaspadai yakni jika berat badan ibu turun lebih dari 1 kg per minggu. Sehingga, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokternya apakah ada problem.

Selain itu, untuk memantau tanda akut dehidrasi, ibu bisa melihat tanda-tandanya semisal jarang buang air kecil dan air urine berwarna kuning pekat serta berbau, sakit kepala, pandangan berkunang-kunang, lemas, mual dan muntah.

“Ini gejala-gejala yang berkaitan dengan dehidrasi berat. Bila terjadi, maka ibu bisa mengasumsikan dirinya dehidrasi berat sehingga butuh cairan segera,” tutur Melisa.

LEAVE A REPLY