Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa mengadakan Tablig Akbar dalam rangkaian kegiatan Program Bina Santri Lapas di Lapas Kelas IIA Kembang Kuning, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (31/7/24). (Foto: LPM DD)

ZNEWS.ID CILACAP – Dalam rangkaian kegiatan Program Bina Santri Lapas di Lapas Kelas IIA Kembang Kuning, Nusakambangan, Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa mengadakan Tablig Akbar, Rabu (31/7/24). Kegiatan ini diisi oleh Ustaz Ray Syahreza mantan vokalis Nineball Band.

Sejak pagi hari warga binaan menyiapkan diri memakai pakaian muslim bernuansa putih dengan semangat menghampiri masjid tempat acara. Sebanyak 450 warga binaan memenuhi ruangan masjid dan mengikuti kegiatan dengan antusias dan tertib. Terdapat juga penampilan marawis dari warga binaan yang mengisi acara dengan meriah.

Winarso selaku Kepala Lapas Kelas II A Kembang Kuning, Nusakambangan, menyampaikan harapan positif terhadap kegiatan.

Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa mengadakan Tablig Akbar dalam rangkaian kegiatan Program Bina Santri Lapas di Lapas Kelas IIA Kembang Kuning, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (31/7/24). (Foto: LPM DD)

“Semoga Tablig Akbar ini bisa meningkatkan ibadah kita dan merenungi kemulian bulan Muharram. Mari kita sosong kehidupan yang lebih baik setelah memasuki tahun baru islam,” ujarnya.

Juperta Panji Utama selaku, Deputi Direktur 1 Program Sosial, Kemanusiaan, Dakwah, dan Budaya Dompet Dhuafa  menyampaikan bahw Tablig Akbar ini merupakan sebagai pemenuhan kebutuhan warga binaan.

“Ini adalah majelis ilmu yang dapat memenuhi kebutuhan manusia terkhusus terkait dalam otak dan hati. Tablig Akbar ini harapannya bisa bermanfaat bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” katanya.

Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa mengadakan Tablig Akbar dalam rangkaian kegiatan Program Bina Santri Lapas di Lapas Kelas IIA Kembang Kuning, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (31/7/24). (Foto: LPM DD)

Bagi Ustaz Ray Syahreza, ini merupakan pengalaman pertamanya mengisi acara di Lapas Nusakambangan.

“Awalnya saya pikir berkunjung ke lapas itu suatu hal yang mengerikan. Tetapi ternyata sudah di dalam bersama warga binaan ternyata luar biasa, terdapat suasana kekeluargaan, kesalehan, agamis, relegi, dekat dan akrab. Alhamdulillah, saya bersyukur banget. Acara seperti ini penting banget, kita aja yang di luar bebas masih perlu saling diingatkan dan mengingati. Apalagi mereka warga binaan yang haru berada di dalam lapas perlu adanya suntikan semangat dan spiritual untuk kekuatan bagi mereka dalam menjalankan kehidupan,” tuturnya.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini bisa terus dijalankan oleh Lembaga Pelayan Masyarakat dalam bermanfaat kepada semua. (LPM DD/Ray)

LEAVE A REPLY