Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC DD) Banten menggelar Workshop Pengolahan Sampah Organik skala rumah tangga di aula SDIK (Sekolah Dasarah Islam Karakter) Kampung Gowok, Kota Serang, Banten, Minggu (28/2/2021). (Foto: LKC DD Banten)

ZNEWS.ID SERANG – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC DD) Banten menggelar Workshop Pengolahan Sampah Organik skala rumah tangga di aula SDIK (Sekolah Dasarah Islam Karakter) Kampung Gowok, Kota Serang, Banten, Minggu (28/2/2021).

Danan Panggih Wisastra, selaku Project Manager LKC Dompet Dhuafa Banten, menjelaskan bahwa teknis pelaksanaan workshop dimulai dari tanya jawab sampah organik sampai kepada praktik cara pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk cair organik.

“Teknisnya tanya jawab seputar sampah organik, pengamatan sampah di lingkungan sekitar rumah, apakah sudah benar dan terawat, kemudian menyimpulkan bersama pengertian sampah organik. Dan, di akhir ada praktik cara pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk cair organik,” ujar Danan.

Nur Duriantoro selaku Tim STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Dinas Kesehatan Provinsi Banten, menerangkan bahwa peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk membuat larutan inokulan (cairan perangsang pembusukan sampah organik).

Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC DD) Banten menggelar Workshop Pengolahan Sampah Organik skala rumah tangga di aula SDIK (Sekolah Dasarah Islam Karakter) Kampung Gowok, Kota Serang, Banten, Minggu (28/2/2021). (Foto: LKC DD Banten)

Ada kelompok tomat dan keompok nanas. Masing-masing kelompok membuat larutan inkolin dengan bahan yang berbeda. Kelompok tomat dari bahan tomat busuk dua buah, wortel dua buah.

Kedua bahan tersebut diparut halus, lalu dicampur dengan dua butir ragi tempe yang sudah dihaluskan.Setelah itu, dilarutkan ke dalam botol berisi satu liter air, diaduk dan dikocok.

“Sementara itu, kelompok nanas membuat larutan inokulannya dari bahan buah nanas busuk seperempat kilogram, diparut halus dan dicampurkan dengan ragi tape yang sudah dihaluskan, kemudian dilarutkan ke dalam botol berisi satu liter air, diaduk, dan dikocok juga,” tutur Nur.

Nur berharap, setelah diadakan Workshop Pengelolaan Sampah skala rumah tangga tersebut, warga Gowok bisa termotivasi, mencontoh, dan menerapkan ilmu yang sudah didapat ke dalam kehidupan sehari-hari. (LKC DD Banten)

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY