Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menargetkan akan menyerahkan bibit vaksin (seed vaccine) Merah Putih ke industri atau pabrik vaksin pada awal 2022.

“Yang akan diserahkan ke industri adalah klon sel mamalia yang memenuhi standard cGMP (current Good Manufacturing Practice atau Cara Pembuatan Obat yang Baik),” kata Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI Wien Kusharyoto di Jakarta, Selasa (16/3/2021).

Klon sel mamalia tersebut dipastikan telah mampu memproduksi protein secara “stable expression” dan sudah terkarakterisasi genetik, performa dan stabilitasnya.

Performa berkaitan dengan banyak protein yang dapat dihasilkan, sedangkan stabilitas berkenaan dengan tetap mampu memproduksi jumlah protein yang serupa setelah beberapa generasi sel.

Untuk uji preklinis, produksi protein cukup dengan ekspresi transien (transient expression) dengan standar Good Laboratory Practice (GLP).

“Proteinnya otomatis perlu dipurifikasi dan dikarakterisasi juga,” ujar Wien.

Jika klon sel mamalia sudah diserahkan ke industri, industri tersebut akan memproduksi proteinnya secara cGMP, diformulasi dengan adjuvan yang dipilih, untuk kemudian dilakukan uji klinis. Adjuvan yang akan digunakan harus dipertimbangkan dengan benar.

LEAVE A REPLY