Ketua FOZ, Bambang Suherman (foto:romy)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Hasil riset kolaborasi Forum Zakat (FOZ) dan Filantropi Indonesia (FI) menunjukkan bahwa LAZ (Lembaga Amil Zakat) siap untuk masuk ke era digital. Namun, perolehan dana zakat yang digalang melalui platform digital masih kecil dibanding metode konvensional.

Ketua Forum Zakat, Bambang Suherman memaparkan bahwa LAZ (Lembaga Amil Zakat) sudah siap dalam memasuki era digital, dilihat dari beberapa indikator, yakni kesiapan Lembaga, kesiapan SDM, kesiapan informasi dan Kesiapan infrastruktur TIK.

“Hasil riset menunjukkan mayoritas pengelola LAZ (78%) menyatakan kesiapannya bertransformasi ke era digital. Kesiapan itu tercermin dari pandangan mereka bahwa penggunaan TIK sangat penting (84%) dan mendukung (88%) pengelolaan ZIS (zakat, infaq dan shodaqoh),” ungkapnya dalam presa conference secara online, Senin (29/6).

Keseriusan juga terlihat dari jumlah LAZ yang memiliki akses internet di kantor (96%), dan mengelola kanal media digital (97%), tambah Bambang. Mayoritas LAZ juga memiliki SOP (standart operational procedure) yang mengatur penggunaan platform digital dalam pengelolaan ZIS.

Zoom dengan tema LAZ siapp bertransformasi digital (foto: ist)

Terkait kesiapan SDM, lanjut Bambang, hasil riset menggambarkan bahwa mayoritas amil LAZ punya kapasitas dalam memanfaatkan platform digital.

“Kesiapan SDM LAZ juga dilihat dari eksistensi divisi IT yang ada di sebagian besar LAZ (63%). Bahkan, 54% dari LAZ yang jadi responden secara khusus memiliki divisi digital marketing,” ujarnya.

Lebih lanjut, para pengelola LAZ juga menaruh perhatian terhadap pengembangan kapasitas digital amil. Hal ini ditunjukkan oleh 69% LAZ yang mengembangkan program peningkatan kompetensi amil digital, sementara yang mengalokasikan anggaran khusus untuk pengembangan SDM mencapai 86%.

LEAVE A REPLY