
ZNEWS.ID JAKARTA – Tahukan sombong itu apa? Merasa diri lebih baik dari orang lain, itulah pengertian yang paling simple. Berusaha menjadi baik atau lebih baik itu memang suatu keharusan bagi setiap individu. Yang tidak boleh itu merasa lebih baik, lebih hebat atau lebih unggul, sedangkan orang lain dianggap rendah atau hina.
Penyebab sombong itu banyak, bisa dari harta, ilmu, ketampanan atau kecantikan, jabatan, dan lain-lain. Makhluk pertama yang melakukan kesombongan adalah Iblis karena merasa lebih baik dari Nabi Adam AS.
“Ana Khairun Minhu” kata Iblis ketika ditanya oleh Allah perihal apa yang meyebabkan dia tidak mau sujud (menghormati) Nabi Adam AS.
Kesombongan bisa menular kepada siapa saja, termasuk kepada kiai atau ustaz, guru, dosen, politisi, artis bahkan orang susah sekalipun. “Ude blangsak, pake sombong lagi!” gerutu Kong Ali melihat orang yang sudah miskin tapi tidak mau salat.
Lawannya sombong itu adalah tawadu. Sifat ini juga bisa melekat pada siapa saja. Lihatlah salah satu sahabat Rasulullah yang bernama Anas Ibn Malik RA yang tergambar dalam hadis berikut:
عن أَنس رَضِيَ اللهُ عَنْه أَنَّهُ مَرَّ عَلَى صِبيَانٍ فَسَلَّم عَلَيْهِم وقَالَ :كَانَ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَفْعَلُهُ )مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ(
“Dari Anas RA bahwa ia berjalan melalui anak-anak, kemudian ia memberikan salam kepada mereka ini dan berkata: ‘Nabi SAW juga melakukan sedemikian’.” (Muttafaq Alaih).
Anas Bin Malik kurang saleh dan pinter? Beliau menjadi asisten pribadi Rasulullah selama 10 tahun. Kurang keren gimana ilmu, iman, takwa dan salehnya?
Lihatlah! Beliaulah yang lebih dahulu memberikan salam kepada anak-anak! Ketika ditanya mengapa melakukan demikian, beliau menjawab: “Rasulullah juga melakukan demikian.”



























