Jeong mencatat bahwa tidak ada kasus kematian yang disebabkan lantaran menerima vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca atau Pfizer/BioNTech. Akan tetapi, pihaknya meminta masyarakat agar melakukan vaksinasi ketika mereka dalam kondisi sehat.

KCDA menyebutkan bahwa dari mereka yang telah menerima vaksin COVID-19, 207 di antaranya mengalami kejadian buruk, termasuk tiga kasus reaksi elergi parah, yang dikenal sebagai anafilaksis.

Korea Selatan mulai menggelar vaksinasi pekan lalu. Hingga Selasa malam (2/3) tercatat 85.904 orang telah menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca dan 1.524 orang telah mendapat suntikan Pfizer, menurut pernyataan KCDA.

Negeri Gingseng itu melaporkan 444 kasus baru COVID-19 pada Selasa, naik dari 344 kasus sehari sebelumnya, sehingga totalnya menjadi 90.816 kasus dengan 1.612 kematian.

 

Editor: Dhany

Sumber: Antara

LEAVE A REPLY