Richard “Mac” McKinney dari “Stranger at the Gate” menghadiri Shorts: Life, Camera, Action! selama Festival Tribeca 2022 di Village East Cinema di New York City pada 11 Juni 2022. (Foto: Cindy Ord/Getty Images for Tribeca Festival)

ZNEWS.ID JAKARTA – Richard ‘Mac’ McKinney mendatangi Islamic Center of Muncie di Kota Muncie, Negara Bagian Indiana, Amerika Serikat (AS), suatu hari pada 2009. Dia tidak melangkahkan kaki ke masjid di sana untuk melakukan ibadah, melainkan menanamkan bom.

Kebencian terhadap Islam tumbuh dalam mantan Korps Marinir AS (USMC) itu selama dia mengarungi pertempuran berdarah di Irak dan Afghanistan. Ketika dia kembali ke kampung halaman, amarahnya semakin mendalam.

McKinney menyaksikan warga muslim menetap di kotanya, anak-anak mereka pun duduk di sebelah putrinya di sekolah. Dengan kebencian itu, dia mengunjungi Islamic Center of Muncie. McKinney berniat melancarkan misi terakhirnya.

Dia berharap akan mengonfirmasikan asumsinya bahwa Islam adalah ideologi kejam, serta menyembunyikan bom untuk mencederai dan membunuh ratusan muslim.

“Saya mengatakan kepada orang-orang bahwa Islam adalah kanker; dan saya adalah ahli bedah untuk menyembuhkannya,” ungkap McKinney, dikutip dari CNN, Selasa (11/11/2022).

Saat melihat pria itu berjalan ke arah mereka, anggota komunitas muslim tersebut segera menyadari ada yang tidak beres. McKinney adalah pria berbadan besar dan berbahu lebar. Dia berderap dengan kepala menunduk dan wajah memerah oleh amarah.

Masjid saat itu dipenuhi oleh orang-orang yang datang untuk salat Jumat. Tato USMC pada lengan kanan dan tato tengkorak pada lengan kiri lantas membuatnya menonjol dalam kerumunan. Namun, McKinney menemui bentuk perlawanan yang tidak terduga.

Orang-orang yang hidupnya ingin dia renggut justru menyelamatkan hidup McKinney. Kejadian dramatis itu akhirnya menjadi subjek film dokumenter pendek berjudul ‘Stranger at the Gate’. Film itu bahkan memenangkan Penghargaan Juri Khusus di Festival Film Tribeca 2022.

Dokumenter tersebut menceritakan kisah dramatisnya menjadi mualaf. McKinney mengakui bahwa dia mengira kunjungannya ke masjid itu akan berakhir dengan kematiannya. Sebaliknya, beberapa orang muslim melangkah maju dan melucuti senjata McKinney.

LEAVE A REPLY