Ilustrasi. (Ist)

Khadijah setia mendampingi perjuangan Rasulullah selama 25 tahun. Ia adalah orang pertama yang memercayai Allah, Rasul, dan ajarannya.

Menjadi seorang Nabi berarti harus siap menghadapi kesepian dan penolakan karena tantangan yang dihadapinya dalam membimbing umat ke jalan yang benar.

Rasulullah merasa ringan bebannya karena di sisinya ada pasangan pilihan Allah yang selalu memberikan dukungan materi, psikologis, dan kasih sayang untuk dakwahnya.

Seperti saat wahyu pertama turun secara tak terduga ketika Rasulullah sedang menyepi di Gua Hira.

Paman Khadijah, Waraqah bin Naufal, memberitahu keponakannya bahwa suaminya sedang menghadapi risalah kenabian.

Rasulullah meminta bantuan Khadijah untuk menenangkannya, dan Khadijah dengan cepat menenangkannya dan menghilangkan ketakutannya.

Dia mendengarkan semua keluh kesahnya dan berkata, “Aku khawatir tentang diriku sendiri,” kata Rasulullah.

Dukungannya terhadap dakwah Nabi Muhammad mendapatkan tempat istimewa di hati Khadijah. Setelah 3 tahun masa kenabian, Khadijah meninggal dunia, meninggalkan kesedihan yang mendalam. Hati Nabi Muhammad sangat terpukul, dan Allah menghiburnya dengan peristiwa Isra Mikraj.

Sumber: BWI

LEAVE A REPLY