Husein (kanan), yang akrab disapa Kang Uceng bersama Ghufron selaku Tim Dakwah Nasional Dompet Dhuafa sekaligus Koordinator QC THK di Sukabumi, Jawa Barat, larut dalam perbincangan sambil berteduh dari hujan yang turun sejak Subuh pada Selasa (6/6/2023). (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID SUKABUMI – Di sela pelaksanaan Quality Control (QC) hewan kurban yang dilakukan Dompet Dhuafa di banyak titik lokasi di Kecamatan Kalapanunggal, Sukabumi, Jawa Barat, pria yang akrab disapa Kang Uceng bersama peternak lainnya menceritakan kisahnya, sembari menyantap semangkuk bakso hangat.

Pembawaannya yang periang membuat Ghufron selaku Tim Dakwah Nasional Dompet Dhuafa sekaligus Koordinator QC THK di Sukabumi larut dalam perbincangan tersebut sambil berteduh dari hujan yang turun sejak Subuh pada Selasa (6/6/2023).

Selama 15 tahun menekuni ternak domba, Uceng mengaku banyak belajar dari alam. Dia mengaku tidak mendapatkan didikan ternak dari kedua orang tua, apalagi akademisi peternakan.

Kang Uceng mengaku belajar beternak dari alam dan Dompet Dhuafa yang melihat potensinya dan peternak binaan lainnya di di Kecamatan Kalapanunggal, Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: Dompet Dhuafa)

“Ini doa dan bimbingan guru kita, Ustaz Harun. Jujur, saya sekolahnya di alam, bisa (ternak) dari Dompet Dhuafa. Sama-sama belajar dari peternak lain di kelompok. Kita belajar memanusiakan hewan. Dulu cari pakan rumput aja nggak bisa. Kita ini dulu istilahnya ‘barang dagangan’, musisi kampung dari panggung ke panggung,” ucapnya, penuh canda.

“Dompet Dhuafa datang, kita tertarik ikuti program ini, sebab pemberdayaan. Di situlah banyak masyarakat Kecamatan Kalapanunggal terbuka dan menyadari potensi. Dari seniman, tumbuh jadi peternak. Dari punya 6 ekor domba, sekitar 3 tahun kemudian (berkembang) jadi 30-an ekor,” ungkap Ketua Kelompok Ternak Bashorun Fuadun itu.

Kang Uceng mengaku belajar beternak dari alam dan Dompet Dhuafa yang melihat potensinya dan peternak binaan lainnya di di Kecamatan Kalapanunggal, Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: Dompet Dhuafa)

Pria yang memiliki nama asli Husein itu menceritakan bahwa setahun awal memang masih prihatin. Semangat selesai bikin kandang, domba belum datang. Masih usaha cari rumput susah. Ditambah, kendala ego antarpengurus kelompok.

“Jasa Dompet Dhuafa ini luar biasa terasa manfaatnya. Menjadi salah satu syariat bagi kami-kami untuk membuka potensi dan keinginan kita. Sehingga, bisa mewujudkan mimpi kita. Asal kita solid dan saling mengisi saja, walaupun capek tapi dinikmati. Prinsip saya punya mimpi besar, ada keinginan, kerja keras, dan ulet,” jelasnya.

LEAVE A REPLY