
Jarak berhenti akan bertambah saat kondisi mengemudi berubah. Dia mengatakan, jarak reaksi dan jarak pengereman saat berada pada jalanan yang kering dan jalanan yang basah akan berbeda.
“Selain itu, kecepatan juga akan menambah jarak berhenti. Misalnya, pengendara dengan kecepatan 50 km/jam masih bisa berhenti tepat waktu ketika akan menabrak sesuatu yang ada pada jarak 35 meter di depannya, dibandingkan dengan pengendara dengan kecepatan 70 km/jam dengan jarak yang sama,” jelas Marcell.
Kebiasaan Baru Kegiatan Otomotif
Marcell mengingatkan untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman. Juga, menjaga kesterilan eksterior dan interior kendaraan dengan mencuci kendaraan secara rutin.
Editor: Agus Wahyudi
Sumber: Antara





























