Pulau Little Diomede dan Big Diomede di perbatasan AS dan Rusia. (Foto: Istimewa)

Hal menarik lainnya adalah Pulau Diomede ternyata memiliki suhu yang cukup ekstrem. Mengutip Travel Nine, suhu rata-rata di pulau ini mencapai 4 sampai 10 derajat Celsius.

Suhu tersebut bisa bertambah dingin ketika musim dingin, yaitu sekitar -14 hingga -12 derajat Celsius. Adalah hal yang wajar jika sebagian perairan di pulau tersebut diselimuti es.

Tak hanya itu, Pulau Diomede juga kerap diselimuti kabut sepanjang hari. Saat musim dingin tiba, pengunjung bisa menemukan bongkahan es yang kerap membentuk jembatan, seolah menghubungkan kedua pulau.

Meski demikian, masyarakat antar-kedua pulau tidak bisa asal menapakkan kaki di sana. Sebab, meski dekat, keduanya berada di bawah otoritas negara yang berbeda.

Tak heran jika pulau ini dijaga oleh mereka yang bertugas menjaga daerah perbatasan antar-dua negara. Lalu, seperti apa sejarah Pulau Diomede?

Pulau Little Deomade. (Foto: Wikimedia Commons)

Sejarah Pulau Diomede

Dua pulau ini sejatinya masih menjadi bagian Kepulauan Diomende yang berada di belahan Bumi utara. Big Diomede dan Little Diomede secara geografis terletak di Selat Bering yang merupakan perbatasan antara Rusia dan Amerika Serikat.

Tepatnya, Big Diomede berada di wilayah Siberia, Rusia. Sedangkan Little Diomende ada di Alaska, AS.

Dalam sejarahnya dua pulau ini pertama kali ditemukan oleh penjelajah Rusia bernama Semyon Dezhnyov pada sekitar tahun 1400-an. Namun faktanya, dari catatan dan peninggalan sejarah orang-orang Eskimo sudah menetap di sana dari 3.000 tahun silam.

Sebagai informasi, di Pulau Diomede Kecil terdapat sekitar 118 jiwa yang tinggal di sana. Sementara di Pulau Diomede Besar hanya ada fasilitas militer milik Rusia.

Sumber: Kumparan.com

LEAVE A REPLY