BALI – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mendata kekeringan makin meluas di wilayahnya hingga 35 Kecamatan terdampak.
Awalnya hanya ada 26 kecamatan pada minggu ketiga Oktober 2023. “Daerah tanpa hujan berturut-turut di wilayah itu hingga 121 hari,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar I Nyoman Gede Wiryajaya di Denpasar, Rabu.
Ia menjelaskan kecamatan di Bali yang masuk peringatan dini kekeringan meliputi Kabupaten Buleleng yakni di Buleleng, Gerokgak, Kubutambahan, Sawan, Seririt, dan Tejakula.
Kemudian di Kabupaten Jembrana di Melaya, Pekutatan dan Mendoyo, Kabupaten Tabanan di Kediri, Marga, Penebel, Kerambitan, dan Tabanan.
Selanjutnya di Kabupaten Bangli di Bangli, Tembuku dan Kintamani, kemudian di Kabupaten Karangasem di Abang, Karangasem dan Kubu.
Selain itu, di Kabupaten Badung di Kuta, Kuta Utara, Kuta Selatan, Mengwi, serta di Kabupaten Klungkung di Dawan, dan Nusa Penida.
Wilayah lain yang mengalami kekeringan yakni di Kabupaten Gianyar meliputi Payangan, Sukawati, Blahbatuh, Tampaksiring dan Ubud serta di Kota Denpasar yakni di Denpasar Timur, Denpasar Barat, Denpasat Utara dan Denpasar Selatan.
Wiryajaya menambahkan, sebagaimana dilansir Antara, kecamatan dengan hari tanpa hujan paling banyak berturut-turut yakni di Kecamatan Kubu selama 121 hari, Kubutambahan selama 120 hari dan Gerokgak selama 115 hari.



























