Seorang petani di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada saat mengumpulkan rumput untuk dijadikan pakan ternak, Kamis (25/3/2021). (Foto: ANTARA/Vicki Febrianto)

Biasanya, kegiatan pada pagi hari akan dimulai di dapur untuk mempersiapkan makan pagi bagi anggota keluarga, termasuk para wisatawan tersebut. Makanan yang disajikan juga merupakan makanan sederhana khas desa setempat.

“Inti dari edukasi wisata di Desa Ngabab adalah merasakan kehidupan sebagai petani,” kata Raga.

Dalam upaya untuk mendatangkan para wisatawan ke Desa Ngabab, Pemerintah Desa melakukan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi. Salah satu kerja sama tersebut dilakukan dengan Universitas Brawijaya Malang.

Pada 2018, puluhan mahasiswa dari Universitas Hiroshima, Jepang, datang berkunjung ke Desa Wisata Edukasi Ngabab. Para mahasiswa asal Negeri Sakura itu merasa sangat terkesan dengan kehidupan petani di desa yang terletak 33 kilometer dari Kota Malang tersebut.

Mahasiswa asal Universitas Hiroshima, Jepang, membantu warga Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, untuk memilah hasil panen berupa wortel, pada 2018. (Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Pemerintah Desa Ngabab/VFT)

Wisata Edukasi 

Membuka kehidupan rumah tangga untuk orang asing merupakan salah satu hal yang sulit untuk dibayangkan. Keseharian yang biasanya hanya dilakukan oleh anggota keluarga secara tiba-tiba harus dijalani bersama dengan para wisatawan.

Masyarakat Desa Ngabab sejauh ini bisa menerima kedatangan para wisatawan dan berbagi cerita kehidupan mereka. Tidak jarang, usai berwisata di Desa Ngabab, para wisatawan tetap menjalin komunikasi dengan warga desa hingga saat ini.

Salah seorang warga Desa Ngabab yang membuka rumahnya untuk dijadikan penginapan bagi para wisatawan, Ilfi Khumairoh, mengatakan bahwa ia dan keluarganya sangat terbuka kepada para wisatawan yang datang berkunjung ke desanya. Di desa itu, ada 130 rumah yang dijadikan penginapan saat ada kunjungan wisatawan.

LEAVE A REPLY