Jakarta, ZNews.id – Peristiwa kebakaran yang melanda Sekolah Tzu Chi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Senin (12/1/2026) menjadi pengingat serius akan bahaya sambaran petir terhadap bangunan. Kebakaran yang terjadi di lantai lima gedung sekolah tersebut diduga dipicu kilatan petir yang menyambar bagian bangunan.

“Kebakaran di lantai 5 sekolah ini terjadi diduga akibat kilat petir,” kata Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman beberapa waktu lalu.

Saksi mata menyebutkan, sambaran petir mengenai kabel gondola di bagian luar gedung, lalu memicu api yang menjalar ke dinding bangunan. Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan pada pukul 10.22 WIB langsung bergerak cepat dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 11.42 WIB. Sebanyak 40 personel dan delapan unit mobil damkar dikerahkan, dengan estimasi kerugian mencapai Rp200 juta.

Meski api berhasil dikendalikan dan tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menegaskan sambaran petir bukan sekadar fenomena alam biasa. Itu merupakan ancaman nyata yang dapat memicu kebakaran bangunan, termasuk fasilitas pendidikan.

Mengapa Sambaran Petir Bisa Memicu Kebakaran Bangunan?

Petir merupakan lompatan muatan listrik dari awan bermuatan negatif ke permukaan bumi yang bermuatan positif. Indonesia yang berada di wilayah khatulistiwa memiliki intensitas petir cukup tinggi, terutama saat musim hujan.

Bangunan berisiko tersambar petir karena beberapa faktor, antara lain:

  • Ketinggian bangunan, terutama gedung bertingkat atau bangunan tertinggi di suatu area.
  • Material konduktif, seperti rangka baja, atap logam, kabel, pipa besi, dan struktur logam lainnya.
  • Instalasi listrik yang tidak aman, kabel terbuka atau sistem grounding yang buruk.
  • Tidak adanya penangkal petir, sehingga arus listrik petir tidak memiliki jalur aman ke tanah.

Ketika petir menyambar, energi listriknya dapat memicu lonjakan arus (surge). Hal itu menyebabkan korsleting, percikan api, hingga kebakaran, seperti yang diduga terjadi pada kasus Sekolah Tzu Chi di PIK.

Tips Mencegah Kebakaran Bangunan Akibat Sambaran Petir

Risiko kebakaran akibat petir sebenarnya bisa diminimalkan dengan langkah pencegahan yang tepat dan konsisten. Beberapa upaya yang disarankan antara lain:

  • Pasang penangkal petir yang sesuai standar
    Penangkal petir berfungsi menyalurkan muatan listrik langsung ke tanah melalui sistem grounding, sehingga tidak merambat ke struktur bangunan.
  • Periksa instalasi listrik secara berkala
    Pastikan tidak ada kabel terkelupas, sambungan longgar, atau panel listrik yang tidak terlindungi. Instalasi yang rapi dan sesuai standar sangat penting untuk mencegah korsleting.
  • Gunakan pelindung lonjakan arus (surge protector)
    Perangkat ini membantu melindungi sistem listrik dan peralatan elektronik dari lonjakan arus mendadak akibat petir.
  • Batasi penggunaan material konduktor terbuka
    Jika memungkinkan, minimalkan penggunaan material logam terbuka atau pastikan seluruh elemen logam terhubung dengan sistem grounding yang baik.
  • Pangkas pohon besar di sekitar bangunan
    Pohon tinggi di dekat bangunan berpotensi menjadi titik sambaran petir dan memicu kebakaran atau kerusakan struktural.

Langkah Darurat jika Bangunan Diduga Tersambar Petir

Jika terjadi sambaran petir atau tanda-tanda korsleting, langkah cepat sangat menentukan:

  • Tetap berada di dalam ruangan dan hindari menyentuh benda berbahan logam.
  • Matikan aliran listrik utama jika memungkinkan.
  • Cabut peralatan elektronik dari stopkontak.
  • Segera hubungi petugas pemadam kebakaran jika muncul percikan api, asap, atau bau terbakar.

Peristiwa kebakaran Sekolah Tzu Chi di PIK menjadi pelajaran penting, ancaman sambaran petir tidak boleh dianggap sepele. Dengan pemahaman yang baik dan langkah pencegahan yang tepat, risiko kebakaran bangunan akibat petir dapat ditekan. Keselamatan penghuni dan aset bangunan tetap terjaga, bahkan di tengah cuaca ekstrem sekalipun.

LEAVE A REPLY