Dompet Dhuafa mengadakan diskusi publik bertajuk Peran Kurban bagi Kesejahteraan Masyarakat dan Kelestarian Alam di Kopi Ko Acung Sabang, Jakarta Pusat, Rabu (21/6/2023). (Foto: Dompet Dhuafa)

Dalam diskusi tersebut, Ujang Solihin Sidik selaku Kasubdit Tata Laksana Produsen KLHK juga menjelaskan bahwa akan ada potensi penumpukan sampah plastik pada momen Iduladha 1444 H. Estimasi jumlah konsumsi hewan kurban tahun ini menurut data KLHK ada sekitar 1.7 juta hewan kurban.

Karenanya, apabila masyarakat masih banyak menggunakan kantong plastik, diperkirakan akan menghasilkan timbunan sampah kantong plastik sebanyak 119 juta lembar.

“Berdasarkan data, ada potensi sebesar 1,7 juta hewan kurban tahun ini yang dibagikan. Kalau dihitung, 1 kg yang dibagikan atau per plastik diperkirakan akan memunculkan 119 juta lembar kantong kresek yang akan menjadi sampah. Kalau tidak ada upaya untuk mengurangi sampah plastik tadi, bayangkan mungkin setiap tahun akan bertambah terus,” terang Ujang.

Lebih lanjut, Ujang menjelaskan bahwa terjalinnya kolaborasi kebaikan ini melahirkan inovasi-inovasi dari masyarakat sekitar saat pembagian daging kurban.

Dompet Dhuafa membahas isu sampah plastik secara lebih lanjut dalam diskusi publik bertajuk Peran Kurban bagi Kesejahteraan Masyarakat dan Kelestarian Alam di Kopi Ko Acung Sabang, Jakarta Pusat, Rabu (21/06/2023). (Foto: Dompet Dhuafa)

“Tiga tahun lalu, kami amat senang bekerja sama dengan Dompet Dhuafa melalui gerakan ini, karena melalui gerakan ini, ada inovasi bagi masyarakat yaitu muncul wadah-wadah yang sesuai dengan kearifan lokal daerah. Ada yang pakai daun jati, daun pisang, daun kelapa, dan macam-macam. Bahkan, ada juga bagi mereka yang menerima kupon daging kurban, diminta untuk membawa wadah sendiri,” jelasnya.

Berdasarkan laporan tahun 2022, ada 81 kabupaten atau kota yang melaporkan hasil kegiatan Iduladha tanpa kantong plastik. Selain itu, ada sebanyak 600 ribu lembar kantong plastik yang berhasil dihindari menjadi sampah melalui kampanye ini.

Karenanya, lanjut Ujang, selain mengurangi dampak dari sampah plastik, hal ini juga menjadi bagian dari rekayasa sosial untuk mengubah perilaku masyarakat.

LEAVE A REPLY