JAKARTA, ZNEWS.id – Israel mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) setelah Indonesia menolak visa atlet gimnastiknya, termasuk peraih medali emas Olimpiade, Artem Dolgopyat, untuk Kejuaraan Dunia Gimnastik di Jakarta bulan ini.
Dilansir Time of Israel, Federasi Gimnastik Israel menilai keputusan Indonesia “sangat mengejutkan” dan merugikan integritas olahraga internasional.
Penolakan visa dilakukan oleh Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, menyusul protes publik terkait perang Israel-Hamas di Gaza. Pemerintah mengutip keberatan dari kelompok ulama dan pemerintah daerah Jakarta sebagai alasan penolakan, meskipun Indonesia sebelumnya sempat memberi sinyal adanya pembukaan hubungan dengan Israel.
Menteri Hukum senior Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan keputusan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang dalam pidatonya di PBB mengecam tindakan Israel di Gaza, tetapi juga menekankan hak Israel untuk hidup aman.
Kasus ini menambah daftar insiden di mana konflik Israel-Palestina merembet ke arena olahraga. Sebelumnya, tim sepeda Israel Premier Tech mengganti nama dan melepas identitas nasional setelah dikecualikan dari lomba di Italia akibat protes anti-Israel. Dalam sepak bola, laga kualifikasi Piala Dunia antara Israel dan Italia dipenuhi demonstrasi pro-Palestina di luar stadion.
Indonesia sendiri memiliki sejarah panjang menolak delegasi Israel. Sejak Asian Games 1962, Israel secara konsisten dilarang tampil dalam ajang olahraga yang digelar di Indonesia, termasuk kasus pembatalan Piala Dunia U-20 2023 karena kontroversi terkait Israel.
Federasi Gimnastik Israel menyatakan akan menempuh semua jalur hukum untuk memastikan atletnya dapat berlaga, menekankan bahwa keputusan Indonesia berdampak negatif pada prinsip fair play dan persaingan olahraga internasional.





























