
Paul mengatakan, baik tanaman yang menggunakan sampel tanah regolit dari Bulan maupun yang berada dalam kontrol, terlihat sama sampai hari keenam.
Dalam sepekan, sawi hijau dengan tanah regolit bulan menunjukkan tanda-tanda tanaman stres, yaitu pertumbuhan lambat, daun dan akar pendek, serta bercak-bercak merah.
“Pada akhirnya, kami ingin menggunakan data gen untuk membantu mengatasi bagaimana respons terhadap stres bisa diperbaiki. Supaya tanaman, terutama tanaman pangan, bisa tumbuh dengan tanah dari Bulan dengan dampak yang kecil terhadap kesehatan,” kata Paul.
Tanah regolit dari Bulan berupa butiran sangat halus, namun tajam. Menghirup tanah ini bisa merusak paru-paru.
Robert Ferl, yang juga berasal dari University of Florida melihat bercocok tanam di Bulan adalah kunci utama untuk tinggal di Bulan lebih lama, selain makanan, air, dan udara yang bersih.
Sumber: Antara




























