Ilustrasi: Digitalisasi Aksara. (Foto: PANDI)

ZNEWS.ID JAKARTA – Program digitalisasi aksara Nusantara yang sedang dijalankan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bersama pegiat aksara daerah merupakan ikhtiar untuk melestarikan budaya Indonesia di ranah digital.

Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel A Pangerapan, mengatakan bahwa bertepatan dengan perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional, upaya digitalisasi aksara Nusantara dalam hal ini aksara Sunda merupakan bentuk ikhtiar untuk terus menjaga keberagaman budaya Nusantara di ruang digital.

“Sebagai warisan bagi anak cucu kita nanti yang semakin mengandalkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari,” kata Semuel, dikutip dari Antara, Selasa (23/2/2021).

Dalam peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional yang digelar secara virtual, Semuel menyampaikan bahwa internet dan teknologi digital saat ini telah menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyaksikan keragaman budaya yang ada di masing-masing wilayah.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan bahwa Pemprov Jabar akan terus mendukung program pelestarian budaya, bahasa, dan aksara Sunda.

“Sebagai Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kami terus mendukung program-program penguatan kebudayaan program-program pelestarian kebudayaan Sunda khususnya, karena kami melihat upaya-upaya ini akan meningkatkan pelestarian dari Bahasa Sunda,” katanya.

Ketua PANDI, Yudho Giri Sucahyo, menegaskan pentingnya pelestarian budaya aksara Sunda pada momentum perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional agar bisa memberikan sinyal pada dunia bahwa budaya dan aksara daerah di Indonesia memang ada dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

LEAVE A REPLY