Ilustrasi: Dompet Dhuafa Jawa Timur (Jatim) dan Tokopedia menyalurkan sebanyak 20 Parsel untuk Yatim dan Dhuafa di Panti Asuhan Hidayatus Shibyan, Jalan Jangkungan, Surabaya, Jatim, Senin (8/8/2022). (Foto: DD Jatim)

ZNEWS.ID JAKARTA – Anak yatim memiliki keutamaan dalam agama Islam. Barangsiapa yang menyantuni dan mengasihi anak yatim, hamba tersebut akan disayangi oleh Allah SWT dan Rasulullah.

Secara singkat, anak yatim adalah anak yang ditinggal mati orang tuanya. Namun, hal ini perlu diperjelas, ada batasan tertentu seorang anak bisa disebut sebagai anak yatim.

Menurut hadis yang diriwayatkan Abu Daud, seseorang yang sudah mencapai usia balig sudah tidak bisa dikategorikan sebagai anak yatim. Apabila seseorang sudah memenuhi tanda-tanda berikut, maka ia sudah tidak bisa lagi disebut sebagai anak yatim:

  • Ia sudah berusia 15 tahun.
  • Tumbuhnya bulu-bulu halus di area sensitifnya.
  • Ia sudah mulai mimpi basah (untuk laki-laki.
  • Ia mengalami menstruasi (untuk perempuan).
Ilustrasi: Dompet Dhuafa bersama Lootte Mart Indonesia menggelar acara Muharram Fest di Hari Lebaran Anak Yatim, 10 Muharam 1444, di Lotte Mart Bintaro, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Senin (8/8/2022). (Foto: Dompet Dhuafa)

Keutamaan Memuliakan Anak Yatim Berdasarkan Hadis

Anak yatim memiliki keistimewaan, doa mereka akan lebih mudah didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT. Seorang muslim yang taat tidak boleh menzalimi, menghardik, maupun bertindak sewenang-wenang kepada anak-anak yatim. Berikut adalah keutamaan memuliakan anak yatim menurut hadis.

1. Dilindungi dari Musibah dan Marabahaya

Menurut hadis yang diriwayatkan oleh At – Thabrani, sebanyak 70 pintu musibah akan ditutup bagi siapapun yang menyantuni anak yatim. Rasulullah juga bersabda bahwa cara untuk menolak musibah maupun memberikan perlindungan dari marabahaya adalah dengan memperbanyak amalan sedekah untuk anak-anak yatim.

Bisa dibilang bahwa bersedekah kepada anak-anak yatim yang membutuhkan, berfungsi sebagai penolak bala yang ampuh.

LEAVE A REPLY