
Oleh: Ustaz Talqis Nurdianto, Lc MA (Kandidat Gelar PhD Universiti Sains Islam Malaysia)
ZNEWS.ID HONGKONG – Namanya energi itu menjadi sumber kekuatan. Seorang muslim memerlukan energi positif dalam wujud ketaatan kepada Allah.
Lawan energi positif adalah energi negatif. Hati-hati dengan energi negatif ini yang diperoleh dengan kemaksiatan kepada Allah. Maknanya, setiap maksiat yang dilakukan seseorang akan meninggalkan titik hitam pada hatinya.
Apabila dilakukan terus menerus, maka akan menutupi hati, sehingga susah menerima kebenaran. Efek setelah melalukan maksiat, maka akan tertarik untuk melakukan kemaksiatan berikutnya. Sampai-sampai, merasakan tidak aman kalau sehari tanpa maksiat. Na’udzubillah min dzalik.
Efek lain dari energi negatif; yang keluar dari mulutnya adalah ucapan kotor, dari tangannya perbuatan kasar, di perutnya makanan yang haram, di kakinya menggiring untuk melangkah ke tempat maksiat.
Bagaimana mengakhiri energi negatif? Ini antara lain caranya:
Pertama, datangilah majelis taklim yang mempelajari ilmu agama Islam dengan baik dan benar.
Kedua, selalu bertobat. Yaitu, tobat dari kemaksiatan yang tengah berjalan, meminta maaf jika bersalah kepada sesame makhluk, apalagi salah dan dosa kepada Allah SWT.
Ketiga, selalu beristighfar. Yaitu, memohon ampunan kepada Allah SWT, tidak perlu sibuk mencari kesalahan orang lain, dan koreksi diri sendiri.
Keempat, beramal saleh. Inilah yang dimaksud dengan energi positif. Energi positif dari amal saleh ini akan selalu tersimpan di sisi Allah, dan akan dikembalikan ke pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat.
Energi positif yang sudah kita miliki mari kita jaga dan tingkatkan. Allah Maha Tahu, energi positif itu bisa kembali pada diri atau orang yang dekat dengan kita.
Semoga kita dekat dengan amal saleh, ringan, dan ikhlas melaksanakannya. Aamiin. Semoga Bermanfaat! (DDHK)























