Pekerja melakukan bongkar muat Envirotainer berisi vaksin COVID-19 buatan Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (31/12/2020). Sebanyak 1,8 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac kembali tiba di Indonesia yang selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung untuk dilakukan uji klinis. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/pras.

ZNEWS.ID, JAKARTA – Hasil uji klinis yang dilakukan pihak berwenang Brasil terhadap vaksin CoronaVac buatan Sinovac China terkait efikasi hanya 50,4 persen, menimbulkan kekhawatiran bagai konsumen pabrikan vaksi China tersebut.

Salah satunya Malaysia. Dilansir Malaymail.com, meski telah menjalin kerja sama dengan Sinovac Biotech dalam pengadaan vaksin COVID-19, pemerintah Malaysia memilih untuk menahan pembelian vaksin tersebut.

Malaysia menyatakan akan menanti data yang lebih lengkap dari Sinovac terkait tingkat efikasi CoronaVac sebelum menyetujui pembeliannya. Pemerintah setempat mengatakan hanya bakal melanjutkan pembelian dan memasok vaksin dari Sinovac jika vaksin tersebut sudah memenuhi standar keamanan dan efikasi regulator kesehatan Malaysia.

Sehari sebelumnya, perusahaan farmasi lokal Pharmaniaga Bhd meneken kesepakatan pembelian 14 juta dosis CoronaVac dengan Sinovac dan menyampaikan bahwa produksi vaksin itu akan dilakukan di Malaysia.

Keputusan itu disambut dengan pernyataan pihak Sinovac bahwa vaksin COVID-19 yang mereka produksi aman dan efektif.

“Hasil uji klinis fase III ini cukup untuk membuktikan bahwa vaksin CoronaVac aman dan efektif untuk digunakan di seluruh dunia,” papar Chairman Sinovac Yin Weidong.

Dia mengungkapkan negara-negara yang bekerja sama dengan mereka menggunakan vaksin dari batch yang sama untuk uji klinisnya, tetapi tidak menjalankan protokol uji yang sama.

LEAVE A REPLY