Ilustrasi Dukung Minat Anak Jadi Gamer Tanpa Kecanduan. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Psikolog anak, remaja, dan keluarga, Rosdiana Setyaningrum MPsi MHPEd, menyebut bahwa orang tua tetap bisa memberi dukungan jika anak memiliki minat menjadi gamer. Caranya dengan membuka akses ke komunitas atau profesional yang memahami bidang tersebut.

“Tunjukkan dengan narasumber yang memang berkecimpung di bidang itu. Jadi, dia tau plus-minusnya. Biarkan anak nanti menimbang sendiri,” kata psikolog yang mendapatkan gelar Magister Psikologi Klinis di Universitas Indonesia itu dilansir dari Antara.

Dengan mengakses ke sumber yang valid, anak bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang dunia esport secara menyeluruh dan dampaknya dari berbagai sisi. Sehingga, mencegah kemungkinan terjadinya kecanduan.

Namun, Rosdiana menganjurkan agar orang tua tetap mendorong anak mengeksplorasi bidang-bidang lainnya di samping bidang esport.

“Tidak apa-apa misalnya ingin masuk ke grup gamers, tapi coba kita eksplorasi yang lain-lain juga. Soalnya zaman sekarang kayaknya orang nggak bisa cuma punya satu set of skill, ya,” ujarnya.

Kecanduan menjadi salah satu dampak yang membuat orang tua khawatir jika anak gemar memainkan game di ponsel atau gawai mereka. Apalagi, kata Rosdiana, kondisi pandemi selama dua tahun terakhir memang kurang menguntungkan.

“Memang lebih menantang di masa pandemi ini. Mungkin kalau sekarang sudah mulai lumayan. Cuma, kan, sudah dua tahun, ya. Memang menantang banget karena anak-anak di rumah belajarnya juga online, terpaparnya (gadget), kan, memang besar,” kata Rosdiana.

LEAVE A REPLY