JAKARTA, ZNEWS.id – Dompet Dhuafa kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih enam penghargaan pada ajang Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025 yang diselenggarakan oleh Institute Fundraising Indonesia (IFI).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam malam penganugerahan di Lorin Hotel Sentul, Jawa Barat, Selasa (27/1/2026).
Dalam ajang tersebut, Dompet Dhuafa memperoleh empat penghargaan kelembagaan dan dua penghargaan personal. Penghargaan kelembagaan meliputi Fundraising Qurban Terbaik, Fundraising Wakaf Sosial Terbaik, Dampak Sosial Terbaik, serta Lembaga Pendukung Gerakan Fundraising.
Sementara itu, dua penghargaan personal diberikan kepada Ahmad Faqih Syarafaddin, General Manager Penghimpunan ZIS Dompet Dhuafa, dan Herdiansah, Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, yang masing-masing dinobatkan sebagai Fundraiser Profesional 2026.
Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Herdiansah, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurut dia, penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi Dompet Dhuafa dalam mengelola dana zakat, infak, sedekah, wakaf, serta dana sosial kemanusiaan secara amanah, profesional, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat untuk terus menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Penghargaan ini kami dedikasikan kepada seluruh amil, mitra, relawan, para mustahik, serta muzakki yang telah mempercayakan amanahnya kepada Dompet Dhuafa,” ujar Herdiansah.
Ketua Dewan Juri IFA 2025, Rini Supri Hartanti, mengatakan kualitas fundraising di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan.
Menurutnya, penilaian dalam IFA tidak hanya menitikberatkan pada besaran penghimpunan dana, tetapi juga pada tingkat kepercayaan publik, transparansi, sistem pengelolaan, serta dampak sosial yang dihasilkan.
“Penilaian dilakukan melalui tahapan administratif, penilaian objektif, hingga sidang pleno. Yang dinilai bukan hanya besar kecilnya dana, tetapi juga sistem dan dampak sosialnya,” ujarnya.
Direktur Institute Fundraising Indonesia, Sri Sugiyanti, menyebut IFA tidak sekadar menjadi ajang penghargaan, tetapi juga ruang pembelajaran bersama untuk mendorong ekosistem fundraising yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika.
Sementara itu, Pembina IFI Arifin Purwakananta menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat gerakan filantropi nasional. Ia menilai lembaga filantropi kini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks.
Dengan raihan enam penghargaan tersebut, Dompet Dhuafa menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola fundraising yang transparan, profesional, dan berorientasi pada dampak sosial berkelanjutan.


























