
Direktur Layanan Sosial, Dakwah, dan Budaya Dompet Dhuafa, Ahmad Shonhaji, mengatakan bahwa saat ini Dompet Dhuafa sedang mengupayakan dan menyusun perencanaan yang matang. Agar, tim respons bencana Dompet Dhuafa dapat segera membantu di lokasi bencana dan bantuan kebutuhan dasar segera tersalurkan.
“Ini menjadi momen untuk kita mengambil peran dalam respons Gempa Turki. Ini adalah kepedulian dalam bagian kemanusiaan. Pertama, kita perlu akses jaringan di sana, pastikan jaringan pemerintah menjadi pijakan utama. Bencana ini cukup besar dan luar biasa, maka perlu optimalisasi jaringan emergency assessment response kita di Turki,” katanya.
“Kita pastikan secepatnya akses jaringan dan kesiapan tim untuk melaju ke respons bencana Gempa Turki dan Suriah dengan segera. Kesiapan logistik respons dan medis menjadi prioritas utama,” lanjutnya.
Sementara itu, Chief Executive Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Haryo Nugroho, mengatakan perlu adanya kecepatan dan ketepatan dalam merespons bencana Gempa Turkiye ini, mengingat dampak yang ditimbulkan juga sangat besar.
Saat ini, kata Haryo, yang menjadi fokus utama Dompet Dhuafa dan DMC adalah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar dan mendesak bagi para penyintas gempa. Pengiriman bantuan tahap awal yang bekerja sama dengan jaringan mitra lokal pun telah digulirkan oleh Dompet Dhuafa.
“Koordinasi pagi ini lebih kami tekankan untuk menggulirkan respons kebutuhan dasar yang dapat digulirkan dengan segera. Mengingat korban yang begitu banyak dan tentunya membutuhkan banyak juga tim medis dalam penanganan di lapangan,” kata Haryo saat memimpin Rapat Koordinasi Respons Gempa Turkiye.
“Penjajakan dan pendalaman dengan mitra lokal yang memiliki legalitas dan reputasi yang terkonfirmasi menjadi langkah yang terus Dompet Dhuafa upayakan. Sehingga, dapat dengan segera bantuan bergulir dan tepat sasaran,” imbuhnya.



























