Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa hadir di Pulau Rote dan menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1446 H, Jumat (6/6/2025). (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID ROTE NDAO – Risiko pekerjaan memang tak dapat dihindari, hanya saja tingkat bahayanya yang berbeda-beda. Seperti yang dialami oleh Ismail (47), seorang nelayan asal Papela, yang diberitakan hilang saat melaut mencari ikan pada 6 Agustus 2022 dan ditemukan dalam keadaan tewas enam hari kemudian, pada 12 Agustus 2022.

Sementara itu, pada Maret 2022, kapal ikan “Kuda Laut” milik nelayan Desa Hundihu, Rote Ndao, terseret arus dan tenggelam di perairan Australia. Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Hundihuk pada 17 Maret itu mengangkut 11 orang ABK. Tiga di antaranya selamat, sedangkan sembilan lainnya dinyatakan hilang.

Nasib serupa juga hampir dialami oleh anak perempuan satu-satunya dari Ibu Letia. Saat sedang melaut, ia hampir tenggelam. Beruntung, seorang nelayan yang lewat segera menolongnya. Meski begitu, kejadian itu tak menyurutkan semangat Letia dan anaknya untuk terus melaut mencari penghidupan.

Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa hadir di Pulau Rote dan menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1446 H, Jumat (6/6/2025). (Foto: Dompet Dhuafa)

Letia dan putrinya tinggal di Desa Oenggae, Rote Ndao, wilayah pesisir yang hanya memiliki satu masjid. Di desa inilah salah satu hewan kurban dari Dompet Dhuafa disalurkan. Sebagian besar warga setempat berprofesi sebagai nelayan, pencari rumput laut, atau petani.

“Kadang melaut, kadang bertani ke desa sebelah. Jika dapat Ikan, ada yang kami dapat ditukar dengan beras, pendapatan kami cukup untuk makan. Biasanya makan nasi dengan lauk ikan saja, yang digoreng. Kami tidak takut melaut, walaupun anakku pernah hampir tenggelam,” tutur Letia.

Letia tinggal berdua dengan anaknya di rumah yang sangat sederhana. Bahkan, dapurnya tak beratap dan masih menggunakan kayu bakar untuk memasak. Namun, keterbatasan itu tidak membuat Letia berhenti bersyukur kepada Tuhan.

Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa hadir di Pulau Rote dan menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1446 H, Jumat (6/6/2025). (Foto: Dompet Dhuafa)

Pada Hari Raya Iduladha 1446 H, Jumat (6/6/2025), Program Tebar Hewan Kurban (THK) dari Dompet Dhuafa hadir di Pulau Rote dan menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban. Tim Dompet Dhuafa yang hadir saat distribusi daging merasa terharu mendengar kisah perjuangan Letia dan anaknya.

Dengan senyum malu-malu, Letia menerima daging kurban dengan penuh syukur.

“Saya senang mendapatkan kurban, dagingnya nanti mau dibakar atau digoreng. Karena kami makan daging sapi jika ada yang memberikan. Terima kasih Dompet Dhuafa yang memberikan daging kurban di desa kami,” ucap Letia bahagia.

Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa menyalurkan hewan kurban kepada mereka yang membutuhkan membawa dampak besar. Satu potong daging bisa menghadirkan senyum, rasa syukur, dan kebahagiaan yang mendalam.

Oleh : Elfi Handayani

LEAVE A REPLY