Jakarta, ZNews.id – Dompet Dhuafa bekerja sama dengan International Test Center (ITC) menyelenggarakan Test of English for International Communication (TOEIC) bagi 250 mahasiswa penerima manfaat program ETOS ID. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Sabtu–Ahad, 27–28 Desember 2025. Tes dilakukan dengan sistem Computer Based Test (CBT) yang dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting.

Tim Partnership Specialist Dompet Dhuafa, Adzillatul A’izzah Salsabila, menyampaikan peserta tes TOEIC berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka merupakan mahasiswa dari keluarga prasejahtera yang mendapatkan beasiswa pendidikan melalui dana zakat yang dikelola Dompet Dhuafa.

Menurut Adzilla, pelaksanaan tes TOEIC ini bertujuan untuk memperkuat daya saing dan kesiapan kerja para penerima manfaat ETOS ID, khususnya dalam penguasaan Bahasa Inggris yang terstandar dan diakui secara internasional.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membekali peserta dengan kompetensi yang lebih kuat, baik untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ia juga berharap program tersebut memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi para peserta. Melalui pengukuran kemampuan Bahasa Inggris yang terstandar, mahasiswa penerima manfaat diharapkan memiliki peluang lebih luas dalam dunia profesional sekaligus mendukung kemandirian ekonomi mereka di masa depan.

Sebagai salah satu fokus utama Dompet Dhuafa, sektor pendidikan menjadi fondasi penting dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, dukungan program CSR PT International Test Center berupa sertifikasi kemampuan Bahasa Inggris dinilai sejalan dengan misi Dompet Dhuafa.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT International Test Center atas kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin. Semoga kerja sama ini menjadi awal dari sinergi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia,” kata Adzilla.

Hal senada disampaikan General Manager Business Support ITC, Yeni Widiasari. Ia menegaskan program TOEIC ini merupakan wujud komitmen ITC dalam mendukung pendidikan generasi muda Indonesia.

Menurutnya, pemberian akses sertifikasi Bahasa Inggris berstandar internasional kepada penerima Beasiswa ETOS ID diharapkan dapat membekali mereka dengan kompetensi yang relevan untuk menghadapi tantangan global. Melalui sertifikasi TOEIC Listening & Reading, ITC ingin mendorong penguatan kapasitas kepemimpinan, kesiapan akademik, serta profesionalisme peserta.

ITC juga berharap program ini tidak hanya menghasilkan sertifikat, tetapi turut meningkatkan rasa percaya diri, daya saing, serta kesiapan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja maupun melanjutkan studi. Ke depan, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi positif, baik di lingkungan sekitar maupun di tingkat global.

Yeni Widiasari juga membeberkan alasan ITC menggandeng Dompet Dhuafa didasari kesamaan visi dalam upaya pemberdayaan sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.

“Dompet Dhuafa memiliki rekam jejak yang kuat dalam pengelolaan program pendidikan dan pengembangan kepemimpinan. Kolaborasi ini menjadi sinergi yang tepat agar program dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak sosial yang lebih luas,” tutupnya.

LEAVE A REPLY