Sekolah Dai Pemberdaya Dompet Dhuafa Batch 8 memberikan materi kepada para peserta tentang “Komunikasi Filantropi” bersama pemateri General Manager Communication & Corporate Secretary, Dian Mulyadi, dan “Teknik Pembuatan Laporan Dai Pemberdaya” dengan narasumber Officer Kemitraan Dakwah Nasional Dompet Dhuafa, Ustaz Awang Ridwan Syuhaedi, pertengahan November lalu, di Fatmawati, Jakarta Selatan. (Foto: Ist)

ZNEWS.ID JAKARTA – Sekolah Dai Pemberdaya Dompet Dhuafa Batch 8 memberikan materi kepada para peserta tentang “Komunikasi Filantropi” bersama pemateri General Manager Communication & Corporate Secretary, Dian Mulyadi, dan “Teknik Pembuatan Laporan Dai Pemberdaya” dengan narasumber Officer Kemitraan Dakwah Nasional Dompet Dhuafa, Ustaz Awang Ridwan Syuhaedi, pertengahan November lalu, di Fatmawati, Jakarta Selatan.

Dian Mulyadi mengingatkan para dai bahwa Dompet Dhuafa memiliki jati diri sebagai lembaga filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, melalui kegiatan filantropis (welas asih) wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship), suatu usaha sosial dengan filantropi (kedermawanan) yang dikelola dengan jiwa atau semangat wirausaha (filantropreneur).

“Komponen-komponen strategi komunikasi terdiri atas who (siapakah komunikatornya), says what (pesan apa yang dinyatakannya), in which channel (media apa yang digunakannya), to whom (siapa komunikannya), with what effect (efek apa yang diharapkan),” paparnya.

Komunikasi digital, imbuhnya, penting untuk dimanfaatkan karena setidaknya tiga hal yakni mudah (efektif), murah (efisien), dan masif (luas). Tak hanya itu, dari seluruh kanal komunikasi digital yang tersedia, media sosial menjadi tempat yang paling sering diakses masyarakat dalam mencari konten internet.

Di sisi lain, pemanfaatan internet di bidang sosial dan politik menunjukkan kegiatan amal masih sedikit dilakukan secara digital yakni dengan persentase 16,31 persen di bawah berita politik 36,94 persen, informasi agama 41,55 persen, dan berita sosial/lingkungan 50,26 persen.

“Resources komunikasi filantropi Dompet Dhuafa (terdiri atas) fundraiser, volunteer, cabang, organ, MPZ (Mitra Pengelola Zakat), influencer, insan Dompet Dhuafa atau internal sekitar kita,” jelas Dian. (Cordofa)

LEAVE A REPLY