Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa pasang rambu-rambu peringatan dan peta jalur evakuasi bagi masyarakat di Dusun Jrakah dan Dusun Cepagan, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (26/12/2022). (Foto: DMC DD)

ZNEWS.ID MAGELANG – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa pasang rambu-rambu peringatan dan peta jalur evakuasi bagi masyarakat di Dusun Jrakah dan Dusun Cepagan, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (26/12/2022).

Sebanyak 28 plang menjulang tinggi di titik-titik strategis agar memudahkan warga untuk evakuasi dan terhindar dari ancaman bencana alam.

“Sebagai patokan untuk warga apabila terjadi erupsi Gunung Merapi. Dengan demikian warga akan mengetahui lokasi titik kumpul evakuasi,” terang M Syaiban Staf Community Resilience and Advocation DMC Dompet Dhuafa.

Desa Kaliurang terletak pada ketinggian ± 700 m dari permukaan air laut dengan luas wilayah 726, Ha yang sebagian besar merupakan kawasan hutan rakyat, berada di daerah lereng gunung dengan kemiringan landai dan mayoritas pekerjaan penduduk adalah petani salak Nglumut.

Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa pasang rambu-rambu peringatan dan peta jalur evakuasi bagi masyarakat di Dusun Jrakah dan Dusun Cepagan, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (26/12/2022). (Foto: DMC DD)

Lokasi Desa Kaliurang berada di 10 Km dari puncak Gunung Merapi, diapit Sungai Bebeng dan Sungai Krasak yang merupakan jalur utama aliran lahar dingin Merapi, menjadikannya sebagai salah satu desa di zona Kawasan Rawan Bencana (KRB) III yang rentan terhadap dampak erupsi Gunung Merapi.

“Kejadian erupsi pada 2010 itu, semua rata, rata sama tanah, pohon-pohon juga roboh, rumah -rumah juga roboh. Panik ada yang lari ke sana dan ke mari. Panik semua karena erupsinya besar sekali,” ungkap Sokidi, salah satu warga yang merupakan petani salak.

“Pada 2010 belum ada plang, belum ada petunjuk arah ke mana mengungsinya. Semua panik, kalau ada plang, warga tahu arah titik kumpulnya di mana, arah evakuasinya ke mana, agar tidak panik. Harapannya, masyarakat di sini tangguh dalam menghadapi bencana, jadi ketika bencana terjadi, warga sudah siap menghadapinya,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY