Warga Desa Pantai Harapanjaya bersama Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa membangun sumur bor di Musala Al Hikmah, Kampung Bulak, Desa Pantai Harapanjaya, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/1/2024). (Foto: DMC DD)

ZNEWS.ID BEKASI – Warga Desa Pantai Harapanjaya bersama Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa membangun sumur bor di Musala Al Hikmah, Kampung Bulak, Desa Pantai Harapanjaya, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jaww Barat, Rabu (23/1/2024).

Warga berbondong-bondong saling membahu membuat sumur bor yang dimanfaatkan satu desa sebagai alternatif sumber air bersih.

Tingkat kedalaman sumur bor mencapai 80 meter. Pengeboran hingga tingkat kedalaman demikian lantaran untuk menghindari air permukaan tanah atau air sungai yang sudah tercampur air laut.

“Airnya tidak terlalu payau,” ujar salah seorang warga saat mengusapkan air dari sumur bor ke permukaan wajahnya.

Warga Desa Pantai Harapanjaya bersama Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa membangun sumur bor di Musala Al Hikmah, Kampung Bulak, Desa Pantai Harapanjaya, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/1/2024). (Foto: DMC DD)

Kondisi air sungai yang payau mengharuskan warga untuk merogoh kocek untuk membeli air bersih dari tukang air keliling.

Alhasil, warga Desa Pantai Harapanjaya hanya memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan nonkonsumsi seperti mencuci baju dan mandi, bahkan menyirami tanaman.

Dalam Kajian Risiko Bencana Kabupaten Bekasi 2017-202, wilayah Kecamatan Muara Gembong termasuk ke dalam wilayah dengan potensi luas bahaya yang tinggi atas ancaman bencana alam banjir, cuaca ekstrim, kekeringan, gelombang ekstrim dan abrasi.

BACA JUGA  DMC dan FPRB DKI Edukasi Penghuni Apartemen Cara Selamatkan Diri saat Gempa

LEAVE A REPLY