
2. Tertutupinya Hati
Tidak mengherankan para pelaku maksiat akan kehilangan rasa empati dan kemanusiaannya, hal ini disebabkan hatinya telah tertutupi dosa.
“Sekali-kali tidak (demikian), sesungguhnya apa yang mereka selalu usahakan itu menutup hati mereka.” (Al-Muthaffifin: 14)
Pelaku dosa dan maksiat tidak akan bisa merasakan iba atau kasihan pada orang miskin, yang mereka kedepankan hanyalah kepentingannya sendiri, setiap hal yang tak menguntungkannya akan ditanggapinya dengan sikap ‘ini bukan urusan saya!’
Tertutupinya hati juga menjadikan para pelaku maksiat sukar sekali menerima ilmu. Jika kita sulit menyerap suatu ilmu atau pelajaran, cobalah introspeksi adakah maksiat yang kita perbuat? Lalu segeralah bertobat. Hanya itulah obat yang tepat.
3. Terhalangnya Rezeki
Dampak dosa dan maksiat jelas akan menghalangi seseorang dari rezekinya, entah itu rezeki berupa kebahagiaan dalam rumah tangga, rezeki berupa keturunan shaleh, rezeki berupa kesehatan, rezeki berupa tetangga dan rekan-rekan yang baik, dan lain sebagainya. Sungguh amat merugi.
“Sesungguhnya seorang manusia kerap terhalang dari rezeki disebabkan dosa yang dilakukannya.” (HR Ibnu Majah)
4. Kerusakan di Daratan dan Lautan
Berbagai kerusakan di darat dan laut akan terlihat disebabkan oleh banyaknya pelaku kemaksiatan di suatu negeri.
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar-Rum: 41)

























