
ZNEWS.ID JAKARTA – Menanamkan nilai Al-Qur’an pada diri sendiri atau pada generasi selanjutnya, bahkan kepada anak, tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Butuh waktu dan proses yang panjang.
Nilai-nilai Al-Qur’an akan melekat pada diri kita jika kita mencintai Al-Qur’an. Jika sehari saja tidak dibaca, seperti ada sesuatu yang kurang. Lalu, bagaimana cara mencintai Al-Qur’an?
Modal pertama yang harus dimiliki adalah iman. Maksudnya ialah percaya bahwa Al-Qur’an itu merupakan kitab dari Allah SWT yang berisi petunjuk dengan segala mukjizat yang dikandung di dalamnya. Jika berpegang kepadanya, akan selamat dunia dan akhirat.
Rasa seperti inilah yang perlu ditumbuhkan terlebih dahulu dalam diri seseorang. Tentunya, ini juga merupakan hidayah dari Allah SWT.
Jika rasa ini sudah tumbuh, maka nilai-nilai dari Al-Qur’an baik yang ia dengar dari ceramah atau yang ia baca langsung dapat masuk ke dalam jiwa dengan baik.
Menurut Dr Khalid Abdul Karim al-Laahim, ada lima tanda orang yang mencintai Al-Qur’an, yaitu senang bertemu dengan Al-Qur’an, tidak bosan berlama-lama dengan Al-Qur’an dalam satu majelis, ada kerinduan untuk berjumpa dengan Al-Qur’an, banyak berkonsultasi dengan Al-Qur’an, dan menaati perintah dan larangan Al-Qur’an.
Jika diri kita sudah cinta dengan Al-Qur’an, tugas kita selanjutnya ialah menanamkan rasa cinta Al-Qur’an itu kepada anak.




























