Ilustrasi Menerapkan Pembelajaran Bermakna pada Anak. (Foto: shutterstock.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Orang tua memegang peran penting dalam memancing minat anak untuk belajar. Sayangnya, kesibukan pekerjaan sehari-hari membuat orang tua kurang maksimal memandu anak-anaknya.

Adaptif terhadap teknologi saja belum cukup untuk mendampingi anak dalam belajar. Orang tua juga harus memahami bagaimana menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sehingga mampu menumbuhkan minat anak untuk belajar.

Salah satunya adalah melalui konsep “makna belajar” atau “meaningful learning”. Apa itu pembelajaran bermakna atau meaningful learning?

Psikolog anak Samanta Elsener mengatakan bahwa mindful learning atau pembelajaran bermakna merupakan keadaan ketika kita memiliki kesadaran mental mengenai apa yang sedang terjadi, fokus terhadap hal yang sedang dipelajari, dan menerima apa yang sedang diajarkan, termasuk perbedaan pendapat di dalamnya.

“Makna ini terdiri dari aspek Acceptance, Awareness, dan Attention atau disebut Triangle of Mindfulness,” kata Samanta.

  • Acceptance

Acceptance dalam makna belajar adalah situasi di mana anak sudah mampu menerima berbagai pandangan dan pendapat orang lain. Cara melatihnya dapat dilakukan melalui diskusi secara terbuka.

  • Awareness

Hal yang mampu membuat anak merasakan belajar bermakna adalah ketika mereka menyadari kegunaan dari ilmu yang dipelajarinya dalam mencapai cita-cita. Misalnya, agar bisa menakar dosis obat dengan benar, anak-anak harus menguasai matematika. Dengan kesadaran akan manfaat yang bisa mereka miliki, anak akan terpacu untuk terus belajar.

  • Attention

Attention dalam konsep belajar bermakna mengondisikan anak agar bisa fokus belajar sesuai dengan gaya belajar mereka. Samanta mencontohkan bahwa jika anak memiliki gaya belajar auditori (memahami materi melalui suara dan instruksi), orang tua dapat sering-sering mengajaknya berdiskusi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang dimiliki anak.

LEAVE A REPLY